Beranda Bekasi Begini Kronologis Lengkap OTT Dua Oknum BPK Jabar

Begini Kronologis Lengkap OTT Dua Oknum BPK Jabar

BEKASI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi menjelaskan kronologi penangkapan 2 aparatur sipil negara (ASN) yang berdinas di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat. Dua oknum BPK Jabar berinisial APS dan HF ini ditangkap saat melakukan dugaan tindak pidana pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

“Kejadian bermula saat BPK Provinsi Jawa Barat melakukan pemeriksaan laporan rutin bulan Desember 2021 pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi,” kata Kepala Kejari Kabupaten Bekasi, Ricky Setiawan Anas, Kamis (31/3/2022).

Dia melanjutkan, pelaku APS meminta uang Rp 20 juta kepada masing-masing puskesmas yang ada di Kabupaten Bekasi. Total, ada 17 puskesmas dan Rp 500 juta khusus RSUD Cabangbungin.

Baca juga: Diduga Lakukan Pemerasan, Dua Auditor BPK Jabar Terjaring OTT Kejari Bekasi

Lalu, 28 Maret 2022 pelaku APS menghubungi seorang dokter berinisial M dari RSUD Cabangbungin untuk menyerahkan uang. M hanya mampu mengumpulkan uang sebesar Rp 100 juta. Sedangkan, uang yang berhasil dikumpulkan dari Forum Puskesmas Kabupaten Bekasi melalui dokter A, telah terkumpul sebesar Rp 250 juta untuk diserahkan kepada pegawai BPK Jabar.

Hari berikutnya, pada 29 Maret 2022, Tim Kejari Kabupaten Bekasi mendapatkan informasi terkait pemerasan tersebut. Kemudian, menindaklanjuti dengan melakukan penangkapan terhadap APS dan HF serta mengamankan barang bukti uang tunai Rp 350 juta.

Pada 30 Maret 2022, penyidik Kejari Kabupaten Bekasi melakukan penggeledahan kamar yang dihuni pelaku di Apartemen Oakwood, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Baca juga: Penyelidikan Dugaan Korupsi Jembatan Sirnaruju Disetop, Ini Alasannya

“Di lokasi ini, penyidik menemukan uang tunai Rp 350 juta yang disimpan dalam satu tas ransel hitam,” imbuhnya seperti dikutip beritasatu.com.

Baca Juga :   Catat! Ini Sanksinya Jika PNS Karawang Mudik Pakai Mobil Dinas

Saat itu, pelaku APS dan HF sedang melakukan pemeriksaan di ruang Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Bekasi. Hingga, berujung penangkapan terhadap kedua pelaku ini di kantor BPKD Kabupaten Bekasi.

Kini, penyidik Kejari Kabupaten Bekasi masih memeriksa kedua pelaku di kantor Kejari Kabupaten Bekasi guna proses hukum lebih lanjut. (red)

Artikel sebelumnyaUsai Dilantik, PBSI Karawang Diminta Serius Kejar Prestasi
Artikel selanjutnyaMahasiswa UBP Karawang Ajak Masyarakat Tak Ragu Donor Darah