PURWAKARTA-Usaha tanaman yang dilakukan di Desa Parakan Lima Kecamatan Jatiluhur Purwakarta melalui BUMDes menggunakan jenis tanaman kacang Sacha Inchi dengan penyertaan modal mencapai ratusan juta rupiah.
Belakangan usaha ini terkendala dengan alasan adanya sengketa lahan yang akan digunakan dalam penanaman jenis kacang ini, walau komoditi ini merupakan komoditi yang menjanjikan namun kajian yang dilakukan dianggap gagal.
“Tahun 2021 penyertaan modal untuk BUMDes dan atas kesepakatan bersama maka usahanya ada tanaman kacang Sacha Ichi dan pengelolaan sampah di masyarakat,”jelas Dirut BUMDes Parakan Lima Asep Hidayat Selasa (13/8).
“Kajian sudah disampaikan ketika kita memilih usaha tersebut, walau belakangan timbul kendala terkait lahan dan untuk sampah terkendala iuran masyarakat,”ungkapnya.
“Kami anggap gagal, dan kajian kami ternyata meleset dari perkiraan, kalau untuk urusan pertanggung jawaban kita sudah sampaikan ke Inspektorat dan DPMD Purwakarta,”ujarnya.
“Kalau untuk kepastian nilai anggaran masing-masing usaha tersebut saya harus buka data lagi untuk nilai sebenarnya, karena ada di adminitrasi dan sekertaris BUMDes,”ucapnya.
“Bisa dikatakan dari anggaran penyertaan modal untuk usaha yang dikelola BUMDes merugi, jadi hingga hari ini belum ada penyertaan modal lagi,”ungkapnya.
“Usaha BUMDes itu juga kan atas perintah Kepala Desa Jaya Permana pada saat masih menjabat Kepala Desa, kendala sengketa lahan muncul setelahnya dan kondisi pemerintahan desa dijabat oleh Pj saat itu,”pungkasnya.
Sementara Kepala Desa Parakan Lima Jaya Permana belum bisa diminta keterangannya terkait usaha yang dikelola oleh BUMDes, diduga ada kesalahan yang menimbulkan kerugian dalam pengelolaan anggaran BUMDes, dan belum diketahui secara pasti berapa nilai kerugian dari penyertaan modal yang dikelola oleh BUMDes. (trg)










