
“Dari 30 mahasiswa tersebut, hari ini satu orang telah lulus, yaitu saudari Yubelina Iconela,” ujarnya.
Prof. Ade menjelaskan bahwa program ADik Papua merupakan bentuk afirmasi pemerintah untuk memberikan kesempatan pendidikan tinggi secara penuh kepada putra-putri asli Papua dan daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
Baca juga: Unsika Wisuda 1.571 Lulusan, Jadi yang Terbanyak Sepanjang Sejarah
Program ini menyediakan beasiswa penuh untuk seleksi hingga pembiayaan pendidikan, guna mewujudkan pemerataan akses pendidikan di seluruh Indonesia.
“Program ini sudah lama ada. Sejelek-jeleknya fasilitas di kita, akses pendidikan tinggi di Papua memang tidak sebaik di Jawa, karena sentranya mayoritas di Jawa. Karena itu program ini diberikan untuk adik-adik kita yang ada di sana,” paparnya.
Ia berharap Unsika dapat terus memberi manfaat dan dampak positif bagi siapapun, termasuk generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia. (*)












