
KARAWANG – Primaya Hospital resmi meluncurkan unit layanan thalasemia untuk melayani warga Kabupaten Karawang dan sekitarnya. Unit terbaru ini merupakan komitmen Primaya Hospital memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya anak-anak penderita thalasemia.
Direktur Primaya Hospital, dr. Winardi Fadilah, MMRS, AIFO-K, menerangkan layanan thalasemia ini dilengkapi beragam fasilitas yang terbagi dalam beberapa bagian, antara lain poliklinik dengan dokter spesialis anak dan penyakit dalam khusus kelainan darah.
“Kemudian tersedia ruangan transfusi khusus yang berkapasitas 10 orang. Pasien thalasemia juga dapat dilakukan pemeriksaan jantung oleh dokter spesialis jantung,” ucap Winardi dalam keterangannya, Jumat (20/6).
Baca juga: 261 Jiwa Terdampak Pergerakan Tanah di Pasirmunjul Mulai Tempati Hunian Sementara
Dia bilang, besarnya populasi thalasemia mayor di Karawang mendorong Primaya Hospital berkomitmen menjadi salah satu RS yang berkontribusi melayani pasien thalasemia dengan standar perawatan mumpuni.
“Dengan pengalaman yang kami miliki menangani pasien-pasien thalasemia di Kota Bekasi, Primaya Hospital berhasil menjadi RS panutan untuk pelayanan thalasemia bagi daerah lain. Berangkat dari hal itu kami pula ingin memberikan hal yang sama bagi pasien yang ada di Kabupaten Karawang,” papar dia.

Winardi menyebut layanan ini berfokus pada kenyamanan dan ketepatan terapi untuk pasien-pasien thalasemia agar mereka lebih nyaman dan tenang.
Dengan pelayanan one stop service, kata dia, semua layanan sudah bisa dilakukan hanya di satu ruangan unit thalasemia saja.
Baca juga: IGD Overload, RSUD Karawang Minta RS Swasta Jangan Asal Rujuk
“Harapannya ketika pasien diberikan transfusi yang sesuai dan obat yang sesuai, harapan hidup menjadi lebih baik lagi dan thalasemia bukan suatu halangan untuk melakukan kegiatan sehari-hari,” jelas Winardi.
Di samping itu, hadirnya unit terbaru ini membuat Primaya Hospital membantu program pemerintah untuk zero thalasemia yaitu melakukan edukasi dan screening terhadap orang-orang yang berpotensi memiliki resiko thalasemia.
“Yaitu dengan cara melakukan test sebelum melaksanakan pernikahan agar mengetahui pasangan ada yang memiliki sifat bawaan thalasemia atau tidak. Dengan seperti itu kita bisa menurunkan bahkan mencegah untuk terjadinya kejadian thalasemia,” tutupnya. (*)












