
KARAWANG — Perum Bulog berkomitmen penuh untuk mengatasi keluhan warga terkait munculnya hama di sekitar kompleks pergudangan. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Operasional Perum Bulog, Andi Afandi, saat meninjau Kompleks Pergudangan BGR di Karawang, Jawa Barat.
“Secara prinsip, kami sampaikan bahwa kami Perum Bulog tentu saja bertanggung jawab penuh. Kami meminta maaf sebesar-besarnya kalau ada keluhan yang terjadi di masyarakat,” ujar Andi, Sabtu (4/7).
Andi menjelaskan bahwa hama yang dikeluhkan oleh sebagian warga berdekatan dengan gudang tersebut adalah jenis tribolium.
Baca juga: Hama Gudang Masuk Permukiman Warga, Bulog Karawang Minta Maaf, Gerak Cepat Tindaklanjuti
Ia menegaskan bahwa tribolium merupakan hama sekunder dari komoditas beras, bukan hama primer. Saat ini, kompleks pergudangan tersebut menyimpan sekitar 102.000 ton beras, dengan sekitar 30.000 ton di antaranya tersimpan di gudang lokasi peninjauan.
Merespons laporan dari warga, pihak Bulog bersama PT BGR selaku pengelola gudang langsung mengambil langkah cepat. Pihak manajemen gudang telah berdiskusi dengan pengurus RT, RW, dan perwakilan warga perumahan yang terdampak untuk mencari solusi.











