KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) tengah mematangkan persiapan peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini akan dipadukan dengan euforia nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026.
Kepala Bidang Koperasi Disperindagkop Kabupaten Karawang, Puguh Tri Hutomo mengatakan, peringatan Harkopnas tingkat Kabupaten Karawang akan digelar sekitar satu pekan setelah perayaan nasional. Penyesuaian jadwal dilakukan karena adanya agenda Harkopnas tingkat nasional dan Provinsi Jawa Barat yang berlangsung pada waktu yang sama.
Baca juga: Program Bupati Karawang: Anak Petani Bakal Dapat Beasiswa Kuliah di Fakultas Pertanian Unsika
“Sehingga tidak memungkinkan kalau kita di tingkat kabupaten juga melaksanakan pada tanggal yang sama. Apalagi Jawa Barat juga informasinya akan melaksanakan di tanggal yang sama di Tasik kalau tidak salah,” ujar Puguh pada Kamis, (2/7).
Menurutnya, konsep perayaan tahun ini dibuat lebih menarik dengan menggabungkan kegiatan Harkopnas bersama nobar final Piala Dunia 2026.
“Nah teknisnya, rencananya kita akan padukan dengan euforia nobar Piala Dunia. Kebetulan tanggal 18, 19 sampai 20 merupakan puncak finalnya,” katanya.
Selain nobar, panitia juga akan menggelar gerak jalan massal yang ditargetkan diikuti sekitar 3.000 hingga 4.000 peserta. Untuk menghemat anggaran, peserta diarahkan mengenakan jersey tim nasional peserta Piala Dunia.
“Jadi peserta akan diarahkan menggunakan jersey bola, khususnya negara-negara yang masuk Piala Dunia. Manfaatnya mereka tidak perlu membuat seragam khusus yang berbiaya, sekaligus selaras dengan tema nobar Piala Dunia 2026,” jelasnya.
Tak hanya itu, peringatan Harkopnas juga akan menjadi ajang promosi produk-produk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional.
Baca juga: Kakak-Beradik Penyandang Disabilitas Curi Perhatian di Nobar Piala Dunia 2026 di Karawang
“Yang berbeda dari sebelumnya, kita akan menonjolkan Koperasi Merah Putih sebagai proyek strategis nasional dengan menampilkan produk-produk yang dihasilkan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, panitia juga menyiapkan santunan bagi anak yatim yang melibatkan seluruh unsur agama dan kepercayaan bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
“Nanti ada anak yatim dari nonmuslim, Buddha, Kristen, bahkan Konghucu. Itu sedang kami siapkan bersama FKUB,” ungkap Puguh.









