
Garlesta mengatakan, sebetulnya R adalah anak yatim piatu sejak bayi. Rani dan Garlesta sendiri tak memiliki hubungan darah, namun merasa kasihan dengan kondisi R yang hidup sebatang kara. Akhirnya R diangkat menjadi anak oleh ibunya, Rani.
Baca juga: Dari Gerobak hingga Mesin Jahit Digital, Pemkab Karawang Bantu UMKM Naik Kelas
“Yatim piatu dari masih bayi merah, diangkat sama ibu saya,” katanya.
Rani, Garlesta dan R tinggal di Gang Sumba Bongas Tengah Purwakarta. Saat ini berharap ada bantuan dari pemerintah agar R bisa dipindahkan ke rumah sakit terdekat di Purwakarta. Ia juga berharap, pelaku pengeroyokan bertanggungjawab atas kekerasan yang dilakukan terhadap R.
“Saya mohon bantuannya, saya dari keluarga juga (kondisi) seadanya,” harapnya. (*)








