KARAWANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang, Jawa Barat menepis isu terkait sejumlah peserta Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) jenjang SD dan SMP sederajat tahun 2026 yang gagal lolos ke jenjang berikutnya. Disdikbud menegaskan proses seleksi OSN masih berlangsung dan saat ini baru memasuki tahap awal.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kabupaten Karawang, Yanto mengatakan, tahapan yang telah dilaksanakan merupakan seleksi tingkat kabupaten untuk menentukan peserta yang berhak melaju ke tingkat provinsi.
“Itu baru tahap pertama, saya sudah rekap datanya,” kata Yanto, Senin (13/7).
Baca juga: Kekeringan Intai Karawang: Bupati Aep Siagakan Tangki Air, Siapkan Pipanisasi Tahun Ini
Berdasarkan data Disdikbud, sebanyak 399 siswa jenjang SD dan 1.075 siswa jenjang SMP mengikuti OSN tingkat kabupaten. Dari jumlah tersebut, peserta yang lolos ke tingkat provinsi telah ditetapkan berdasarkan hasil seleksi dan ketentuan dari panitia pusat.
Untuk jenjang SD, peserta yang lolos terdiri dari 20 siswa bidang IPS, 14 siswa bidang IPA, dan 27 siswa bidang Matematika, sehingga total sebanyak 61 siswa. Sementara pada jenjang SMP, sebanyak 19 siswa lolos pada bidang IPS, 15 siswa bidang IPA, dan 18 siswa bidang Matematika, dengan total 52 siswa.
Baca juga: Dari Guru hingga Pengusaha, Peserta Lintas Profesi Ramai-ramai Belajar Hipnoterapi di Karawang
“Jadi total ada 113 siswa asal Kabupaten Karawang yang lolos ke OSN tingkat provinsi. Data ini sudah kami rekap sesuai dengan SK yang diterbitkan,” ujarnya.
Yanto menjelaskan, kelulusan peserta ke tahapan berikutnya sepenuhnya ditentukan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) berdasarkan nilai ambang batas yang telah ditetapkan. Meski peserta telah lolos ke tingkat provinsi, pelaksanaan tes tetap menjadi kewenangan Puspresnas.
“Walaupun ini yang lolos ke OSNP, pelaksana tesnya tetap dari Puspresnas,” pungkasnya. (*)









