Beranda Karawang Dituding Abai Prokes Lantaran Berjoget Ria, Ini Penjelasan PGRI Karawang

Dituding Abai Prokes Lantaran Berjoget Ria, Ini Penjelasan PGRI Karawang

KARAWANG – Kegiatan konferensi kerja yang dilaksanakan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karawang pada Kamis (4/11) kemarin, menuai kontroversi lantaran dituding abai prokes dan melanggar kepatutan.

Panitia pelaksana kegiatan sekaligus pengurus PGRI Karawang, Heni Heriyani turut angkat bicara.

Dijelaskannya, hiburan yang menampilkan biduan sambil berjoget ria saat kegiatan kemarin, menurutnya di luar dari rundown acara.

“Dalam rundown acara sebetulnya tidak ada acara hiburan organ seperti kemarin, dan itu di luar sepengetahuan panitia,” kata dia.

“Saat kegiatan sudah selesai acara langsung ditutup dan sebagian besar peserta sudah pulang. Hanya mungkin ada inisiatif dari beberapa guru untuk menampilkan hiburan,” sambungnya, Senin (8/11/2021).

Baca juga: Heboh Pengurus PGRI Karawang Abai Prokes, Ketua Peradi Minta Satgas COVID-19 Bertindak

Dikatakannya, dalam sudut pandang seni dan budaya, guru mengekspresikan diri dengan berjoget ria itu hal yang wajar.

“Tergantung kita ambil dari sudut pandang mana dulu. Kalau dalam kode etik dan sebagainya, sebetulnya tidak ada larangan guru tidak boleh nyanyi ataupun joget,” tandasnya.

Ketua PGRI Karawang, Nandang Mulyana menambahkan, pihaknya menyayangkan adanya kejadian kemarin hingga jadi sorotan publik.

Ia meminta maaf jika hal itu dipandang kurang baik, terlebih dalam kondisi pandemi COVID-19 saat ini. “Atas nama guru kami memohon maaf, jika dalam kegiatan kemarin menimbulkan polemik, karena memang sesi joget-joget itu tidak ada dalam rundown acara,” jelasnya.

Nandang mengaku sudah mengevaluasi hal tersebut dan menegur oknum guru-guru yang bersangkutan,. “Sudah kita tegur dan kita imbau kepada seluruh pengurus PGRI agar lebih mengontrol diri. Sehingga ke depan kejadian serupa tidak terulang lagi,” pungkasnya. (kii)

Artikel sebelumnyaSiap-siap, XTC Karawang Bakal Gelar Muscab
Artikel selanjutnyaWebinar KKN Unsika: Cakap Bermedia Digital Bagi Penyandang Disabilitas