
KARAWANG – Harga cabai di Pasar Baru Tuparev, Kabupaten Karawang, naik drastis. Dalam sepekan terakhir bahkan tembus Rp 80.000 per kilogram.
Kenaikan harga ini membuat penjual mengurangi stok, sementara pelanggan terpaksa menghemat.
Penjual cabai, Mumun, mengaku kaget dengan lonjakan harga cabai keriting yang sebelumnya Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram, kini tembus Rp50.000 per kilogram.
Baca juga: Jadi Produsen Padi Terbesar Kedua di Jabar, DPKP Karawang Dapat Penghargaan dari Dedi Mulyadi
“Tadinya dari 25, 30, sekarang 50 per kilo. Kalau cabai merah besar dari Rp20.000 sekarang jadi Rp30.000. Semua naik,” ujarnya saat diwawancarai tvberita pada Kamis, 18 September 2025.
Mumun mengatakan, kenaikan harga tersebut juga berpengaruh signifikan pada daya beli.

“Dulu saya bisa beli sampai 20 kilo, sekarang paling 3 kilo. Pembeli juga banyak yang mengeluh karena kemahalan. Kadang mundur, enggak jadi beli,” kata Mumun.
Kendati demikian, dirinya tetap berusaha menjaga pelanggan dengan menaikkan harga sekadarnya. “Kalau saya beli Rp50.000, dijual Rp55.000 saja. Takut pelanggan kabur, soalnya persaingan dagang ketat,” jelasnya.
Hal serupa disampaikan pedagang lainnya, Dita. Ia mengatakan harga cabai merah dan cabai keriting kini sama-sama menyentuh Rp80.000 per kilogram.
Baca juga: Prioritaskan Keselamatan, Swiss-Belinn Karawang Latih Karyawan Lewat Simulasi Kebakaran
“Naiknya kurang lebih Rp20.000-an. Pembelian memang jadi berkurang, ibu-ibu yang biasanya beli banyak sekarang jadi sedikit-sedikit,” katanya.
Menurutnya, kenaikan harga hanya terjadi pada cabai. “Sekarang mah cuma cabai aja yang naik, bahan lain relatif stabil,” ucap Dita.
Untuk menyiasati harga, para pembeli melakukan substitusi bahan. Dita menuturkan, “Kalau keriting mahal, diganti cabai merah. Kalau merah lagi mahal, pindah ke cabai hijau.”
Sementara itu, Aisyah salah satu pedagang mengaku biasanya membeli dua kilogram cabai, kini hanya seperempat kilogram. “Masaknya jadi diirit-irit, yang penting ada rasa pedas sedikit. Kalau mahal begini, pasti dikurangin,” katanya.
Baca juga: Hari Bambu Sedunia 2025, Ratusan Siswa Purwakarta Rayakan dengan Edukasi dan Kreativitas
Bahkan ia mencoba mengganti cabai keriting dengan cabai rawit merah meski harganya juga naik. “Rawit sekarang sudah Rp38.000, tadinya Rp25.000. Cabai merah besar juga sudah Rp40.000,” ujarnya.
Kenaikan harga ini diperkirakan akibat cuaca tidak menentu dan pasokan berkurang. Para pedagang berharap harga segera turun agar daya beli masyarakat pulih.
“Mudah-mudahan cepat turun lagi, biar pembeli bisa beli banyak, kita juga enggak rugi,” pungkas Mumun. (*)













