KARAWANG – Ruas jalan di jalur Pantura Karawang kondisinya rusak parah. Hal ini menyebabkan puluhan pengendara roda dua dan empat mengalami kecelakaan fatal.
Berdasarkan pantauan, Kamis (5/6), kerusakan jalan dengan lubang besar banyak terlihat di sepanjang Kecamatan Jatisari, tepatnya dari Desa Balonggandu hingga Desa Cikalong yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Subang.
Warga setempat yang merasa jengah dengan kondisi tersebut juga lantas berunjuk rasa dan menutup sebagian lajur jalan.
Baca juga: Disentil Bupati, Satker PU Janji Perbaiki Jalan Rusak Pantura Karawang Pekan Ini
Massa berorasi di tengah jalan rusak. Mereka nampak menanam pohon pisang di jalan berlubang sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah.
“Hari ini kita berkumpul di sini bersama-sama masyarakat, merasa peduli rasa kemanusiaan. Kita tidak tega melihat yang berjatuhan akibat rusaknya jalan,” teriak Kades Balonggandu, Anto Suheryanto saat berorasi.
Lebih 20 kali kecelakaan dalam sebulan

Anto menyebut, jalan rusak sepanjang 5 kilometer di wilayah Jatisari ini, setidaknya memicu lebih dari 20 kali kecelakaan dalam waktu kurang dari satu bulan.
“Sudah lebih 20 kali kecelakaan selama jalan rusak. Bahkan tadi pagi ada 3 kecelakaan, yang meninggal satu, dan itu dalam jangka waktu 13 menit, coba itu bayangkan,” sesal dia.
Massa, kata dia, mendesak pejabat terkait, baik di tingkat kabupaten hingga Kementerian PU segera menangani kerusakan jalan tersebut agar tidak terus menerus menimbulkan korban berjatuhan.
“Ayo kita sama-sama. Saya sebagai kepala desa merasa miris ketika ada seorang pejabat menyampaikan ‘oh ini bukan wilayahnya’, ‘oh ini bukan tanggungjawab’. Ini kemanuasiaan yang harus kita lakukan,” tandasnya.
Baca juga: SPMB UBP Karawang 2025 Dibuka, Manajemen dan Teknik Industri Jadi Jurusan Favorit
Warga setempat, Gana (31), mengungkapkan bahwa kecelakaan banyak terjadi saat kondisi dini hari, sebab selain jalan yang rusak, lampu penerangan jalan umum (PJU) juga mati.
“PJU banyak yang mati. Jalannya gelap. Jadi bukan hanya jalan rusak yang bahaya, tapi juga gelapnya jalan,” pungkasnya.
“Kalau siang bisa delapan motor yang jatuh, malam lebih parah, bisa sampai lima belas. Subuh paling sering,” tandasnya.
Bupati minta jalan dibeton total
Terpisah, Bupati Karawang Aep Syaepuloh juga turut mendesak pemerintah pusat segera melakukan perbaikan jalan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam seperti yang selama ini dilakukan.
“Katanya sih mau dikerjakan langsung, mungkin sampai akhir Juni ini. Tapi kalau cuma tambal sulam ya percuma, nggak efektif,” tegas Aep.
Baca juga: Wabah COVID-19 Mulai Muncul Lagi, Dinkes Karawang Minta Warga Waspada
Dia mengaku bingung dengan pola perbaikan yang tidak tuntas. Ia menyoroti jalur Pantura dilintasi truk-truk besar dengan muatan berat, sehingga jika hanya ditambal seadanya, jalan akan cepat rusak kembali.
“Bayangkan saja, Pantura itu lalu lintasnya berat. Baru Lebaran kemarin diperbaiki, sekarang sudah rusak lagi. Ini harus dibeton total, jangan setengah-setengah,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah pusat tidak lagi menunda dan segera melakukan perbaikan permanen demi keselamatan pengguna jalan.
“Harusnya ditangani serius. Dikeruk, diangkut, dibeton ulang. Jalan ini bukan jalan biasa, ini jalur vital nasional,” tukasnya. (*)









