
“Sekarang ada pamerannya, cuman belum diterbitkan. Ada 45 judul buku dan antologi sekitar 9 buku. Nanti bakal diterbitkan, bahkan pemerintah sudah memberi peluang,” tandasnya.
Minim perpustakaan
Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang, Acep Jamhuri menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. Baginya, kegiatan positif dan bermanfaat harus ditingkatkan.
Namun, ia juga mengatakan, aspek literasi di Karawang sendiri masih memiliki kelemahan karena kurangnya perpustakaan.
Baca juga: Respons Kepala BPN Karawang soal Tuntutan Segera Bereskan Konflik Agraria
“Berkaitan dengan perkembangan dan kemampuan anak-anak kita, ini harus kita support. Tapi, kelemahan kita dalam aspek literasi masih kurang perpustakaan, ini tolong harus lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya.
Menurutnya, apabila tidak ditingkatkan kedepan anak-anak Indonesia khususnya Karawang akan terus ketinggalan, terutama oleh negara lain.
“Kami menjanjikan. Ketika ada guru yang punya produk bagus, silahkan usulkan ke Pemda. Saya bilang nanti ke bagian umum. Kalau anak-anak kita ketinggalan dalam literasi, kita akan ketinggalan juga oleh negara lain,” pungkasnya. (*)








