Beranda Karawang Karawang Dihantui Potensi Bencana Angin Puting Beliung

Karawang Dihantui Potensi Bencana Angin Puting Beliung

Bencana puting beliung di karawang
Kepala BPBD Karawang, Mahfudin.

KARAWANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mencatat adanya penurunan kejadian bencana alam dan non alam dari periode Maret hingga April.

Ilyas Sudikno Yahya, Staff Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan memaparkan, total bencana pada bulan Maret ada 29 kejadian, dan di bulan April hanya ada 5 kejadian baik bencana alam maupun non alam.

“Di Maret total 29 kejadian dengan bencana banjir 6 kejadian, kebakaran 11 kejadian, angin kencang 10 kejadian dan lain-lain 2 kejadian. Bulan Aprilnya hanya ada kebakaran 2 kejadian dan puting beliung 3 kejadian,” paparnya kepada tvberita.co.id pada Rabu, (3/5/2023).

Berdasarkan validasi assesment, kerugiannya di bulan Maret mencapai Rp 288.000.000 dan di bulan April Rp 80.000.000. Kerugian ini diakumulasi atau ditaksir secara subjektif berdasarkan laporan di lapangan.

Baca juga: Melihat Keseruan Anak-anak saat Belajar Tanggap Bencana Bareng Damkar Karawang

“Dampak korban jiwanya di bulan Maret itu nyampe ada 2.316 orang menderita dan mengungsi, 2 orang meninggal. Dan di bulan April hanya ada 1 orang meninggal dan 1 orang hilang,” jelas Ilyas.

Ilyas menambahkan, meskipun ada penurunan, di periode Maret hingga April ini Karawang cukup rawan terkena angin puting beliung khususnya Karawang bagian pesisir (Utara).

“Potensi angin besar puting beliung ini cukup rawan terjadi dibagian pesisir. Meskipun menurun, di bulan April saja, ada 1 kerusakan berat 12 kerusakan sedang yang disebabkan oleh angin puting beliung,” tambahnya.

40 satgas bencana di setiap kecamatan

Mahfudin, Kepala BPBD Karawang menyampaikan, untuk mengantisipasi tiap-tiap potensi bencana. Pihaknya melakukan penanggulangan pasca bencana dan menempatkan 40 satgas diseluruh kecamatan yang ada di Karawang.

Baca juga: Viral Kisah Dokter Wayan di Karawang, Tinggal dan Buka Praktek Sendirian di Rumah Mewah Penuh Sampah

“Karena kita memiliki potensi bencana, kehati-hatian dan Kesiapsiagaan harus muncul dari masing-masing perorangan. Tapi kita juga menurunkan satgas, mereka jadi mata dan telinga kita di lapangan,” ujarnya.

Selain itu, BPBD juga turut membantu korban bencana dari segi logistik. Bantuan yang diberikan berupa sembako dengan jumlah 4.781 paket.

Mahfudin menggarisbawahi bahwa pihaknya hanya memberikan bantuan yang sifatnya stimulan, sebab bantuan terkait bangunan rusak bukan termasuk ranah BPBD.

“Kita kasih bantuan yang sifatnya stimulan, tidak besar-besar amat seperti sembako. Kalau ada kerusakan berat bukan ranah BPBD lagi, kami tidak memiliki anggaran untuk pembangunan,” katanya.

Sejak hari kesiapsiagaan bencana, dari mulai tanggal (26/4) hingga tahun berikutnya BPBD akan terus menyampaikan secara massif kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana baik alam maupun non alam yang ada di Karawang.

Sebab, melihat dari kondisi saat ini sudah mulai terjadi peningkatan suhu dan melihat di tempat-tempat lain sampai ada yang kebakaran hutan. Dari sekarang pihaknya telah mengantisipasi apabila nanti terjadi kekeringan yang tidak diinginkan di musim kemarau ini.

“Kita harus meningkatkan antisipasi, BPBD harus pastikan bagaimana caranya agar tidak ada korban-korban jiwa berjatuhan. Kewaspadaan harus kita jaga bersama,” pungkasnya. (*)