
Oleh karena itu, Pemkab Karawang meminjam alat besar untuk memadamkan api kepada Pemkot Bandung.
“Di area 01 itu penyelesaian darurat sampah masih bisa ditanggulangi dengan cara membakar dan memasukkan sampah ke api. Di area 02, damkar kan harus nonstop madamin api, disitu gak efektif,” katanya.
Ia melanjutkan, Damkar terkendala jalan sempit dan juga kapasitas air yang kurang lebih hanya 5.000 liter. Ketika air habis, Damkar harus mundur dan mengisi ulang kapasitas air.
“Kalau udah abis harus mundur, dilokasi masih banyak asap. Mundur dulu ke saluran, masuk lagi terus mundur lagi kalau abis. Jadi bulak-balik,” lanjutnya.
“Kita pinjem alat, fungsinya buat nyedot air terus nembak. Jadi damkar bisa standby gaperlu bulak-balik pake alat itu. Alatnya kita pinjem ke Bandung, karena yang punya baru Bandung dan DKI Jakarta,” pungkasnya. (*)













