Beranda Headline Kisah Dua Napi Mualaf di Lapas Karawang, Menemukan Islam dari Balik Jeruji...

Kisah Dua Napi Mualaf di Lapas Karawang, Menemukan Islam dari Balik Jeruji Besi

Para santri Pesantren Nurul Iman Lapas Kelas IIA Karawang tengah bergiliran membaca Alquran.

KARAWANG – Kesan gelap nan menyeramkan jeruji besi tahanan terkadang menjadi imej yang melekat di mata masyarakat. Pasalnya, tempat tersebut menjadi rumah narapidana dari berbagai kasus.

Namun di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang, kesan itu seketika hilang. Sebab di dalamnya terdapat pondok pesantren bagi narapidana untuk menimba ilmu agama islam.

Bahkan kehadiran pesantren ‘Nurul Iman’ ini turut menyentuh nurani 2 warga binaan yang menyatakan diri menjadi mualaf. Mereka adalah Candra dan Yusman.

Candra (40), bercerita awal mula ia memutuskan masuk islam. “Awalnya mimpi didatangi orang berjubah putih,” kata warga binaan yang telah mualaf pada Maret 2022 lalu ini.

Ia kemudian meminta izin kepada orang tuanya untuk mualaf. Setelah diizinkan, ia pun berbicara dengan petugas lapas dan pengurus pesantren.

“Akhirnya saya mualaf dan kemudian sunat,” kata dia.

Baca juga: Peringati HBP ke-58, Lapas Kelas IIA Karawang Gelar Sahur On The Road

Candra kini tengah dalam fase belajar ibadah. Seperti sholat, mengaji, dan puasa. Ia bercerita awal berpuasa terasa berat. Namun setelah beberapa hari menjadi terbiasa.

“Alhamdulillah belum bolong puasa hingga hari ini,” ucap dia.

Selama Ramadan ini, Candra yang dibui karena tersandung kasus narkoba itu aktif mengikuti kegiatan – kegiatan di Pesantren Nurul Iman.

Dari pantauan tvberita.co.id, para santri tampak khusyuk mengikuti kegiatan pesantren. Lantunan ayat suci Alquran tak henti saling bersahutan di antara para santri. Mulai dari belajar iqro hingga menghafal Alquran.

Baca juga: Berkah Natal, 12 Warga Binaan Lapas Karawang Dapat Kado Remisi