
KARAWANG – Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menggelar seminar nasional pendidikan agama islam (PAI) di aula lantai 3 gedung Rektorat UBP Karawang, Sabtu (5/11/2022).
Seminar nasional yang mengangkat tema ‘Prospek Tantangan Mahasiswa Perguruan Tinggi Umum dalam Menghadapi Perubahan Sosial’ itu digelar secara hybrid, daring dan luring dengan melibatkan 1.300-an mahasiswa dari 8 prodi di UBP Karawang.
Rektor UBP Karawang, Prof. Dr. H. Dedi Mulyadi, SE., M.M. melalui Koordinator program studi (Prodi) Fakultas Agama Islam UBP Karawang, Haerudin Lc., MA mengatakan, seminar ini adalah kegiatan rutin akademik yang digelar 2 kali setiap 1 semester.
Baca juga: Lepas 707 Wisudawan, Rektor UBP Karawang Tegaskan Pentingnya Bersikap Santun
Kegiatan ditujukan untuk membekali mahasiswa merancang masa depannya sendiri agar tidak kehilangan arah dalam setiap perubahan zaman.
Ketika nantinya mereka lulus, mahasiswa diharapkan dapat memilki konsep yang jelas akan seperti apa mereka menempatkan dirinya dalam lingkungan sosial
“Mahasiswa ini sedini mungkin dapat memperkirakan tantangan apa yang akan mereka hadapi ke depannya agar tidak bingung lagi, dan mereka sudah punya konsep yang jelas,” ujarnya.
Integrasi Nilai Keislaman Lewat Teknologi
Kasubdit Pengembangan Akademik Kementerian Agama RI, Adib Abdushomad yang juga bertindak sebagai pemateri, berpesan kepada mahasiswa agar mempersiapkan diri secara matang ketika bermasyarakat, terutama di era yang ditandai internet of things (IOT) ini.
Perguruan tinggi juga, kata dia, harus mampu mengintegrasikan model pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi, namun tidak tenggelam dalam arus teknologi itu sendiri.
Baca juga: Libatkan 900 Peserta, Kampus UBP Karawang Jadi Tuan Rumah Temu Masyarakat Akuntansi
“Oleh karena itu sangat tepat jika perguruan tinggi melakukan inovasi-inovasi pembelajaran supaya tidak ketinggalan dengan era saat ini,” kata dia.
Adib menambahkan jika dirinya terkesan dengan progres pengembangan kampus UBP Karawang.
Pasalnya, meski usianya baru seumur jagung, tetapi UBP Karawang mampu melahirkan Fakultas Agama Islam atau FAI.
“UBP sebagai perguruan tinggi muda, saya sangat terkesan karena sangat progresif ini, dalam usia 7 tahun sudah punya FAI, ini luar biasa,” seru Adib.
Oleh karenanya, dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan melalui pemanfaatan teknologi, maka bukan tidak mungkin UBP akan semakin unggul, baik di level daerah maupun nasional. (kii)








