
Selain itu, faktor lingkungan pun mempengaruhi rentan tidaknya penyakit DBD. Yayuk mengajak seluruh masyarakat Karawang untuk terus menjaga lingkungan, mempertahankan setiap penampungan air untuk mencegah terjadinya DBD.
Baca juga: Pedagang Gugat Pengembang Pasar Proklamasi dan Pemkab Karawang soal Relokasi
“Daerah yang banyak sarang nyamuk itu biasanya daerah padat, lingkungan yang kurang bagus (kumuh) baik di luar maupun di dalam rumah. Kebersihannya, air yang menggenang, baju bergelantungan itu harus diperhatikan,” katanya.
“Selain itu, tempat penampungan air seperti dispenser, vas bunga, tempat minum burung, itu juga jangan lupa dibersihkan,” tambahnya.
Yayuk menegaskan, apabila ada masyarakat yang terkena DBD, harap segera ditangani dengan memberikan asupan air yang cukup. Jika masih belum kunjung sembuh, segera periksakan ke fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan) terdekat.
“Masa kritisnya itu di hari ke 5-7, pertolongan pertama berikan cairan yang cukup, kompres, minum obat pereda. Kalo belum ada perubahan segera periksa, jangan sampai komplikasi, bisa tidak tertolong,” pungkasnya. (*)








