
Kini ia tinggal bersama anak laki-lakinya, menantu, dan tiga cucu. Sang anak bekerja sebagai sales, sementara Abah Oma memilih tetap mandiri meski usia tak lagi muda.
Baca juga: Legislator Puji Keseriusan Bupati Aep Benahi Infrastruktur Karawang: Kado Tahun Baru Masyarakat
Sudah tak terima BLT
Dia menyebut bantuan pemerintah yang dulu sempat ia terima berupa BLT dan beras melalui kantor pos kini tak lagi didapatkan sejak ia pindah dari Santiong ke Tegal Sawah.
“Ayeuna mah tos teu nampi,” katanya singkat.
Abah Oma paham, zaman berubah dan hidup kian berat. Namun setiap buku yang ia dekap adalah simbol kegigihan. Lembar demi lembar itu menjadi saksi bahwa semangatnya tak pernah benar-benar padam.
Ia memilih tetap berusaha, menolak menyerah pada keadaan. “Abah mah gak mau ngemis. Lebih baik jadi penjual buku jalanan, daripada jadi pengemis jalanan,” tutupnya. (*)








