Beranda Health Program Bebas Kusta Digalakkan di Karawang, Fokus Deteksi Dini dan Hapus Stigma

Program Bebas Kusta Digalakkan di Karawang, Fokus Deteksi Dini dan Hapus Stigma

Program bebas kusta karawang
Workshop Kusta bagi Dokter Puskesmas dan Klinik Swasta yang digelar di Mercure Hotel Karawang pada Sabtu, (11/4) dalam rangka peringatan Hari Kusta Sedunia.

“Kasus kusta di Indonesia, termasuk Karawang, masih ada. Kalau tidak ditangani, bisa menjadi sumber penularan. Melalui pelatihan ini, kami berharap dokter mampu menemukan dan menangani kasus sejak dini,” ujarnya.

Kurniasih menjelaskan, Dinas Kesehatan fokus pada penguatan layanan di tingkat Puskesmas, termasuk edukasi masyarakat, pencegahan, serta pengobatan hingga pasien sembuh.

“Kami juga menargetkan eliminasi kusta pada 2030 melalui berbagai intervensi, salah satunya pelatihan seperti ini,” tambahnya.

Baca juga: Kepala Kemenag Karawang Buka Diri Jadi Saksi Nikah, Siapkan ‘Mobil Dinas Pengantin’ untuk Pegawai

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, dr. Yayuk Sri Rahayu, MKM memaparkan, bahwa eliminasi kusta memiliki empat tahapan, mulai dari memutus penularan, eliminasi, pasca eliminasi, hingga status non-endemis.

“Indikator utama memutus penularan adalah tidak adanya kasus pada anak selama lima tahun berturut-turut. Saat ini, Karawang masih menghadapi tantangan karena kasus pada anak masih ditemukan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dominasi kasus tipe multibacillary juga menjadi indikator masih adanya penularan aktif di masyarakat.

Sebagai penutup, Technical Advisor NLR Indonesia, dr. Christina Widaningrum, M.Kes mengimbau tenaga kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala kusta, terutama di daerah endemis.

Baca juga: Seleksi S2 Unsika Gelombang II Diikuti 35 Peserta, Magister Manajemen Paling Diminati

“Dokter harus aware terhadap tanda awal seperti bercak putih atau merah di kulit. Jika ditemukan, segera lakukan pemeriksaan atau rujuk ke Puskesmas agar pasien mendapatkan pengobatan gratis,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan, mulai dari menjaga imunitas, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), hingga menghilangkan stigma terhadap penderita kusta.

“Harapan kami, masyarakat semakin paham bahwa kusta bisa disembuhkan dan tidak lagi mendiskriminasi pasien,” pungkasnya. (*)