
KARAWANG – Proyek pembangunan dua pintu air di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang yang terhubung ke Sungai Cibeet dan Citarum kini dikejar penyelesaiannya.
Pemerintah menargetkan infrastruktur itu menjadi solusi permanen bagi banjir langganan di Karangligar dan kawasan sekitarnya yang kembali terendam menjelang akhir tahun.
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meninjau langsung lokasi proyek di Kecamatan Telukjambe Barat pada Kamis pagi 20 November 2025. Di hadapan awak media, Saan menegaskan bahwa anggaran sekitar Rp 100 miliar yang digelontorkan negara harus berbuah pada penyelesaian total.
Dia meminta agar pintu air yang dibangun tidak mudah rusak dan tidak lagi menjadi titik biaya pemeliharaan rutin setiap tahun.
Baca juga: Komitmen KKS: Kabupaten Purwakarta Raih ODF 100 Persen dan Penghargaan dari Gubernur Jabar
“Banjir di Karangligar sudah hampir 20 tahun menghantui. Dampaknya jelas merusak agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto di sektor ketahanan pangan,” kata Saan.
Data menunjukkan sekitar 160 hektare sawah di wilayah itu terendam setiap tahun. Kondisi ini menurunkan produktivitas pertanian dan menghambat target swasembada beras nasional.
Saan menyebut penyelesaian banjir tidak hanya soal melindungi warga. Pemerintah turut menjaga stabilitas pangan nasional.
“Ia meminta proyek pintu air dirampungkan tepat waktu dan memberikan manfaat besar di lapangan”, pungkasnya.








