
“Tanpa air, petani kesulitan mengolah lahan. Akhirnya membiarkan sawah kering kerontang sambil menunggu hujan deras turun,” kata Rohman.
Baca juga: 250 Hektare Sawah di Kutawaluya Karawang Gagal Panen Gegara Diserang Hama Tikus
Namun demikian, sambung Rohman, dirinya tidak mau berpangku tangan menunggu cuaca berpihak kepada petani. Melalui komunikasi yang intens dengan pihak PJT II Jatiluhur, akhirnya air bisa mengalir ke petakan-petakan sawah di Desa Pamekaran.
“Kini pihak PJT II telah mengijinkan petani mengambil air dari irigasi terdekat. Kami bantu enam unit pompa untuk menyedot air irigasi itu,” kata Rohman.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga menyedialan excavator kecil untuk mengeruk salauran irigasi agar air mengalir lebih lancar. Sementara, untuk pengolahan lahan, Distan Karawang menyiapkan satu unit traktor roda empat.
“Alhamdulillah sebagian sawah yang sebelumnya kekeringan kini sudah mulai diolah. Semoga curah hujan ke depan makin tinggi, sehingga air tidak perlu lagi disedot menggunakan pompa,” katanya. (*)








