KARAWANG – Ribuan nelayan di Kabupaten Karawang hingga kini belum terlindungi asuransi ketenagakerjaan. Hal itu disebabkan tingkat kesadaran nelayan yang rendah.
Kepala Bidang Tangkap Dinas Perikanan Karawang, Setya Saptana memperkirakan jumlah total nelayan Karawang sebanyak 8.900 jiwa.
Adapun yang tercover asuransi melalaui BPJS Ketenagakerkaan baru di kisaran 17 persen saja. Sisanya, mereka masih enggan mendaftar asuransi karena dianggap memberatkan.
Baca juga: Ketika Anak Nelayan Sukses Jadi Wisudawan Terbaik UBP Karawang
“Tingkat kesadaran masih rendah, banyaknya nuntut. Contoh ada nelayan ikut BPJS ada kartunya, ketika kecelakaan nuntut diganti. Padahal setelah saya cek dia gak bayar,” paparnya, Jumat (9/6/2023).
Para nelayan, ujar dia, selalu keberatan jika harus membayar iuran asuransi tiap bulannya. Padahal asuransi itu untuk melindungi nelayan karena risiko pekerjaan saat melaut sangat besar.
“Contoh nelayan kecelakaan di laut, dia ikut BPJS, selama dia tidak aktif menangkap ikan, akan diberikan kompensasi Rp 1 juta perbulan,” jelasnya.









