
“Anak saya gagal diinfus berkali-kali. Total ada 12 tusukan sampai muntah-muntah, darahnya netes ke lantai dan bantal,” ujar Indah, sembari menunjukkan dokumentasi berupa foto dan video kondisi sang anak, Selasa (20/5).
Bantah gagal infus 12 kali
Di sisi lain, Manajer Marketing RS Permata Keluarga, dr Susi Indrawan, membantah tudingan penyuntikan jarum infus berturut-turut sebanyak 12 kali terhadap pasien T.
Baca juga: Penemuan Jasad di Sawah Gegerkan Warga Indramayu, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
“Infus 6 kali, jadi 4 kali di UGD, 1 di ruang di rawat inap dan 1 oleh dokter bedah, jadi 6 kali,” ucap Susi, Kamis (22/5).
Kemudian terkait adanya larangan rujukan dengan alasan asuransi tidak bisa diklaim, pihaknya pun membantah. Ketika itu, pihaknya hanya menjelaskan kepada ibu pasien bahwa terdapat dua prosedur rujuk.
Pertama rujukan melalui metode SPGDT, dan kedua pulang lebih dulu lalu datang ke IGD rumah sakit yang dituju.
“Tidak ada penghalangan dari kami, jadi kami hanya menyatakan, takutnya ada hambatan maka ada dua opsi, berkenannya bagaimana,” kata dia. (*)








