Beranda Karawang SMAN I Tempuran Punya Inova Mewah, Apa Itu?

SMAN I Tempuran Punya Inova Mewah, Apa Itu?

KARAWANG – Libur berkepanjangan akibat COVID-19 membuat sejumlah lembaga pendidikan secara kreatif melakukan beragam inovasi. Tak terkecuali yang dilakukan SMAN I Tempuran lewat program Inova Mewah. Apa itu?

Inova Mewah, merupakan singkatan dari Inovasi, Maggot, Lele, Wadah terpal dan Hidroponic.

Kepala SMA I Tempuran, H. Dede mengungkapkan, lahirnya Inova Mewah berawal saat pihaknya mengamati lingkungan sekolah yang rimbun dikelilingi pepohonan.

Di tengah suburnya pepohonan tersebut, acapkali terselip sampah buah-buahan yang busuk, sehingga membuat repot pegawai kebersihan. “Volumenya banyak. Dibakar nggak bisa, dibiarkan jadi busuk,” ujarnya.

Maka, pihaknya berinovasi agar sampah buah-buahan tadi menjadi hal yang manfaat dengan orientasi kewirausahaan siswa. “Kita sepakati namanya Inovasi Mewah.”

“Cara kerjanya, kita siapkan penanangkaran magot seukuran 1×2 meter untuk mengurai sampah buah hingga habis. Kemudian ketika menghasilkan larva (telur), larvanya kita ambil untuk dijadikan pakan lele,” ulas Dede.

tampak penangkaran magot (kiri) dan kolam lele (kanan).

Selain sampah buah-buahan jadi lenyap, kata dia, larva magot menghasilkan manfaat bagi ternak lele dan menyuburkan tanaman sayuran berkelanjutan.

Bahkan, sambungnya, jika dipasarkan harga larva magot ini bisa bernilai jutaan. “Harga telur magot Rp8 juta perkilogramnya. Sehingga jika terus dikembangkan, bisa menjadi nilai ekonomi yang menjanjikan.”

“Di samping itu, adanya peternakan lele juga efektif dalam mengembangkan sayuran dengan metode hidroponik,” papar dia.

Lanjut Dede, pengembangan ini juga dalam rangka menjawab inovasi sekolah dari Pemprov Jawa Barat.

Bahkan ke depan, ia targetkan sekolahnya memiliki 30 kandang lele. “Kita targetkan sekolah kita punya 30 kolam lele. Insya Allah kita optimis. Sehingga, lewat program Inova Mewah ini bisa menjadi inspirasi siswa berwirausaha dan memiliki rasa tanggungjawab untuk sama-sama dikembangkan,” pungkasnya. (kie)

Artikel sebelumnyaTinjau Pelaksanaan PTM, Wali Kota Bekasi: Tetap Jaga Prokes
Artikel selanjutnyaDokumen Kasus DAM Parit Raib, Katanya Kebanjiran