
“Kami merasa dianaktirikan, dan Dishub bukan cuma teledor tapi juga tidak mampu mensejahterakan kami driver online Kabupaten Karawang,” katanya.
“Misal tidak diterima tuntutannya, kemungkinan besar kita akan konvoi dan mengerahkan ribuan anggota,” tambahnya.
Ia menerangkan, perbandingan tarif saat ini berada dikisaran 35 persen dibanding Bekasi dan Jakarta. Ratusan aksi masa tersebut akan terus menunggu sampai terjadi audiensi dengan instansi terkait.
“Kami diberi tahu Kadishub sedang di Bandung, padahal 4 hari sebelum aksi masa kita sudah melayangkan surat. Kalo bicara tentang kepentingan, saya yakin tidak ada yang lebih penting dibandingkan kepentingan rakyatnya,” pungkasnya.
Hingga berita ini dimuat, massa aksi masih bertahan di Gedung Pemda 2 Karawang. Sementara perwakilan Dishub Karawang belum ada yang menemui massa aksi. (*)








