Beranda Regional Warga Rengasdengklok Kembali Kebanjiran Saat Musim Hujan

Warga Rengasdengklok Kembali Kebanjiran Saat Musim Hujan

Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Karawang membuat wilayah Rengasdengklok kembali banjir akibatnya ratusan rumah terendam banjir. Ketinggian air sekitar 50 sentimeter. Banjir yang menerjang lima desa di Kecamatan Rengasdengklok merupakan banjir tahunan, terutama Desa Rengasdengklok Selatan, Rengasdengklok Utara dan Desa Kertasari.

Badan Penanggulangan Bencana Rengasdengklok mencatat setidaknya ada ratusan rumah dengan korban ribuan jiwa yang terdampak banjir, Rabu (3/2). Rinciannya, korban terdampak banjir untuk Rengasdengklok Selatan sebanyak 382 KK atau rumah dengan jumlah jiwa 1344 orang, dan yang mengungsi 129 KK.

Warga terdampak Desa Rengasdengklok Utara sebanyak 2600 jiwa atau 654 rumah, dan yang mengungsi sebanyak 30 KK atau rumah. Kemudian untuk Desa Kertasari yang terdampak yaitu 392 KK atau 295 rumah, dan yang mengungsi sebanyak 75 jiwa.

Banjir yang berakibat ratusan rumah terendam ini bermula dari hujan deras malam hari hingga pagi. Kemudian upaya yang dilakukan oleh BPBD yaitu mendata dan meninjau langsung lokasi banjir. “Asesmen bersama muspika Kecamatan Rengasdengklok bersama aparatur desa,” kata Imam Subagja Satgas PB Rengasdengklok.

Ace, ketua RT 05/02 Dusun A, Desa Kertasari mengatakan banjir di wilayah kerjanya sudah terjadi dua hari kebelakang, tapi banjir dengan ketinggian rata-rata sampai lutut orang dewasa ini baru terjadi dini hari sekitar pukul 03:00 WIB. Tak sedikit warga pun turut membuat tenda pengungsian karena air hujan sudah masuk ke dalam rumah. “Kalau di wilayah kerja saya yang kebanjiran sekitar 40 KK atau rumah yah, tapi sebagian masih ada yang bertahan di rumahnya,” ujarnya.

Kata Ace banjir di Dusun Katalaya ini sudah menjadi musiman sebagaimana tahun kemarin pun sempat terjadi hal yang sama, bahkan jalan Katalaya ini juga menjadi salah satu tempat pengungsian warga. “Dulu juga jalan ini jadi tempat pengungsian,” katanya.

Kasi Kesos Kecamatan Rengasdengklok Fatahilah mengaku belum memiliki data pasti untuk korban terdampak banjir lantaran belum semua desa melaporkan. Hingga saat ini dia mengaku belum ada bantuan seperti makanan siap saji dari Dinas Sosial.
“Kita belum punya data pastinya, karena laporan dari pemerintah desa juga belum semua masuk,” pungkasnya. (net)