TVBERITA.CO.ID – Soda umumnya memiliki rasa manis dan asam yang menyegarkan, dan tentu saja, gas karbonasi yang memberikan sensasi rasa yang unik.
Minuman berkarbonasi ini dapat ditemui dalam berbagai merek dan varian, dengan tambahan perasa buah, pemanis buatan, dan pewarna makanan untuk memberikan variasi rasa dan warna yang menarik.
Meskipun begitu, minum soda juga memiliki efek samping terkait dampak kesehatannya.
Baca juga: 9 Tips Praktis Menjaga Kesehatan Saat Hadapi Perubahan Cuaca
Kandungan gula dan bahan tambahan pada soda dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes, dan kerusakan gigi.
Selain itu, gas karbonasi dalam minuman berkarbonasi juga dapat menyebabkan masalah pencernaan dan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.
Sangat penting untuk mengonsumsinya dengan bijak dan memperhatikan porsi serta frekuensi konsumsi agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Berikut bahaya minum soda yang bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh:
Efek Samping Minuman Bersoda
1. Kandungan Gula Tinggi

Salah satu alasan utama mengapa minuman soda dapat meningkatkan kadar kolesterol adalah kandungan gula yang tinggi. Sebagian besar minuman bersoda mengandung jumlah gula yang sangat tinggi, yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Kenaikan berat badan ini, pada gilirannya, dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dan penurunan kadar kolesterol baik (HDL). Gula yang berlebihan dalam tubuh cenderung diubah menjadi trigliserida, suatu bentuk lemak dalam darah yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Melansir fimela.com.
Baca juga: Meski Enak, Ini 6 Bahaya Sering Konsumsi Makanan Pedas bagi Kesehatan
2. Efek Asam pada Keseimbangan Kolesterol

Selain kandungan gula yang tinggi, minuman soda juga memiliki tingkat keasaman yang tinggi, terutama karena adanya asam fosfat. Asam fosfat dapat memengaruhi keseimbangan kolesterol dalam tubuh dengan memicu pelepasan kolesterol dari dinding pembuluh darah ke dalam aliran darah. Dengan melepaskan kolesterol ke dalam aliran darah, minuman soda dapat memicu proses pengendapan kolesterol pada dinding arteri, membentuk plak aterosklerotik. Plak ini dapat menyempitkan arteri dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner.
3. Peningkatan Resistensi Insulin

Konsumsi minuman soda juga telah dikaitkan dengan peningkatan resistensi insulin, yang merupakan faktor risiko untuk diabetes tipe 2. Resistensi insulin dapat memengaruhi metabolisme lemak, termasuk metabolisme kolesterol. Peningkatan resistensi insulin dapat meningkatkan produksi kolesterol dalam tubuh, khususnya kolesterol LDL.
Dengan adanya peningkatan resistensi insulin, sel-sel tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin, yang berarti bahwa kolesterol lebih sulit untuk dimetabolisme dan dihapus dari aliran darah. Akibatnya, kadar kolesterol LDL dapat meningkat, sementara kadar kolesterol HDL dapat menurun. Kondisi ini dapat mengarah pada penumpukan kolesterol dalam pembuluh darah dan peningkatan risiko penyakit jantung. (*)














