TVBERITA.CO.ID – Nyeri sendi sering kali dianggap sebagai masalah yang hanya dialami oleh orang tua. Namun, semakin banyak anak muda yang mulai mengeluhkan rasa sakit pada sendi mereka. Beberapa faktor berperan dalam fenomena ini, mulai dari gaya hidup hingga faktor medis.
Baca juga: Manfaat Luar Biasa dari Blueberry, Alpukat, dan Jeruk untuk Daya Ingat yang Lebih Kuat
Salah satu penyebab utama nyeri sendi pada anak muda adalah gaya hidup yang tidak aktif. Banyak dari mereka menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer atau gadget tanpa banyak bergerak, yang dapat menyebabkan kekakuan dan peradangan pada sendi. Kurangnya aktivitas fisik ini juga dapat melemahkan otot-otot pendukung sendi, sehingga meningkatkan risiko cedera.
Faktor lain yang berkontribusi adalah pola makan yang tidak sehat. Konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh dapat memicu peradangan dalam tubuh, termasuk di persendian. Hal ini sering diperparah dengan kebiasaan anak muda yang jarang mengonsumsi makanan bergizi seperti sayuran dan buah-buahan, yang penting untuk kesehatan sendi.
Selain itu, cedera akibat aktivitas fisik yang berlebihan, seperti olahraga intens, juga menjadi penyebab umum nyeri sendi. Anak muda yang tidak melakukan pemanasan atau pendinginan yang cukup sebelum berolahraga rentan mengalami cedera otot dan sendi.
Terakhir, stres juga dapat memicu nyeri sendi. Ketika tubuh mengalami stres, otot-otot cenderung tegang, yang pada akhirnya memberi tekanan lebih pada sendi. Stres juga diketahui memperburuk kondisi seperti arthritis pada anak muda yang memiliki riwayat keluarga.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Selama Musim Pancaroba Rekomendasi Dokter
Untuk mengurangi risiko nyeri sendi, penting bagi anak muda untuk menjaga gaya hidup aktif, mengonsumsi makanan sehat, dan mengelola stres dengan baik. Mengubah kebiasaan sederhana dapat membuat perbedaan besar dalam menjaga kesehatan sendi di usia muda. (*)









