
KARAWANG – Tidak lama lagi, pasar Proklamasi Rengasdengklok, Karawang akan ditempati pedagang. Dari 928 unit yang tersedia, saat ini sudah 633 unit dipesan pedagang.
Pasar Proklamasi yang dibangun PT Visi Indonesia Mandiri (VIM) di atas lahan sekitar 5,4 hektar milik pemerintah daerah itu, siap menampung pedagang hingga 30 Oktober mendatang.
Melihat progresnya yang cepat, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana meminta agar grand opening pasar Proklamasi Rengasdengklok dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Besar harapan saya disegerakan grand opening agar warga yakin bisa berbelanja dan berdagang dengan nyaman di pasar proklamasi Rengasdengklok, pasarnya kebanggaan warga Karawang,” ujar Cellica saat Soft Opening Pasar Proklamasi Rengasdengklok, Rabu (12/10).
Baca juga: Dinilai Sarat Kejanggalan, Pedagang Pasar Cikarang Tolak Rencana Relokasi
Keberadaan pasar proklamasi ini, kata dia, menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah untuk membenahi Rengasdengklok dan sekitarnya.
Cellica menambahkan, keberadaan pasar proklamasi ini diharap dapat mendongkrak perekonomian untuk warga sekitar.
Apalagi pemerintah juga tengah merancang pembangunan RSUD Kelas C di Rengasdengklok yang ditargetkan selesai di tahun 2024.
“Pematangan lahan tahun ini sudah saya tandatangani Rp 30 miliar untuk di tahun ini dan kurang lebih Rp 240 miliar insha Allah selesai di tahun 2024,” tuturnya.
Direktur Utama PT. VIM, G. Samuel Sam menyampaikan, dari 928 unit kios dan los di Pasar Proklamasi, saat ini sudah 633 unit yang dipesan pedagang.
“Saat ini masih dalam proses pengajuan kreditnya kepada Bank Mitra pembayaran. Dan sebagai jaminan, kita saat ini sudah ada 409 unit sertifikat pecahan dari surat sertifikat HGB Induk yang akan diserahkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karawang kepada pihak PT.VIM,” jelas Samuel.
Baca juga: Tim KKN UBP Karawang Dorong Pelaku UMKM Desa Kiara Rambah Pasar Digital
Kemudian, ia juga berpesan agar para pedagang segera menyelesaikan berkas administratif kredit pembiayaan kios dan los kepada Bank mitra pembayaran.
Hal itu agar proses pengajuan kreditnya bisa berjalan dengan lancar.
“Karena salah satu syarat utama untuk mengisi Pasar Proklamasi Rengasdengklok harus sudah lunas atau sudah akad kredit dengan pihak perbankan.”
“Jadi diharapkan dari simbolis penandatangan akad kredit pembiayaan hari ini, akan ada keberlanjutan oleh para pedagang lainnya,” pungkasnya.
Sebagai informasi, selain kegiatan Soft Opening, di lokasi acara juga diisi dengan penandatanganan kredit pembiayaan kios serta penyerahan sertifikasi izin Hak Guna Usaha (HGU) kepada pembeli kios yang sudah melunasi angsuran. (kii)













