KARAWANG – Suasana lomba masak dalam rangka HUT ke-80 RI di Makodim 0604/Karawang mendadak riuh ketika Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mulai menunjukkan keahliannya.
Dengan celemek terikat rapi di pinggang, Aep nampak percaya diri memegang spatula. Sesekali ia tertawa kecil, menyapa peserta lain dari unsur Forkopimda, tapi tangannya tak pernah berhenti bergerak.
Dari menyalakan kompor, menuang minyak, hingga mencampurkan kecap, semua gerakan dilakukan dengan cekatan.
Baca juga: Ramai Pungli Oknum Jukir di Galuh Mas Karawang, Satu Motor Digetok Tarif Rp 10 Ribu
Aroma bawang putih yang ia tumis pun langsung menyeruak ke area lomba. “Biar nasi gorengnya wangi dulu,” katanya sambil mengaduk-aduk wajan, Jumat (22/8).
Setelah itu, Aep memasukkan nasi putih, menaburkan bumbu, lalu mengaduknya dengan gerakan memutar yang luwes.
Tak lupa, ia menambahkan potongan sayur dan pelengkap lain agar nasi gorengnya siap disajikan dengan tampilan cantik nan kaya rasa.
Baca juga: Alasan Bupati Aep Lantik 9 Pejabat di Tugu Surotokunto: Refleksi Sejarah demi Majukan Karawang
Sabet juara pertama

Tiba saat pengumuman pemenang, nama Bupati Aep akhirnya didapuk sebagai juara pertama. Suasana pun semakin riuh.
Aep memastikan diri racikan nasi goreng buatannya mengalahkan masakan Wakil Bupati Karawang, Maslani, Kajari Karawang, Dedy Irwan, Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian hingga Ketua DPRD Karawang, Endang Sodikin.
“Alhamdulillah, ini memang lomba hiburan. Tapi saya percaya, laki-laki juga harus bisa masak. Minimal masak telur atau nasi goreng,” ujar Aep.
Bagi Aep, memasak bukan sekadar hobi. Lebih dari sepuluh tahun ia terbiasa turun ke dapur, menyiapkan hidangan sederhana buat keluarga.
Jadi Chef andalan keluarga
Aep mengaku anak-anaknya paling suka nasi goreng buatannya, sementara sang istri lebih sering meminta dibuatkan sayur lodeh.
Baca juga: Ramai Pungli Oknum Jukir di Galuh Mas Karawang, Satu Motor Digetok Tarif Rp 10 Ribu
“Sayur lodeh saya biasanya pakai kacang panjang, tempe dipotong kotak-kotak, dicampur sayuran lain. Rasanya khas banget, segar,” katanya.
Kecintaan Aep pada dunia masak ternyata berakar dari masa kecil. Orang tuanya yang memiliki punya usaha katering turut membentuknya piawai di dunia kuliner.
“Kalau dulu mah tugas saya bungkus-bungkus nasi pas pulang sekolah. Itu sudah biasa. Beneran,” kenangnya sambil tertawa. (*)









