
KARAWANG – Fenomena ribuan ikan yang mati massal di aliran Saluran Induk Irigasi Leuweung Sereuh, Kabupaten Karawang, mengundang perhatian warga dan memicu kekhawatiran terkait kualitas air di wilayah tersebut.
Pantauan di lokasi pada Selasa (2/6), bangkai ikan terlihat terbawa arus dan tersebar di sejumlah titik saluran irigasi. Sejumlah warga bahkan tampak memungut ikan yang mengapung di permukaan air.
Kondisi ini menjadi sorotan karena aliran irigasi Leuweung Sereuh merupakan salah satu sumber air baku yang dimanfaatkan Perumdam Karawang untuk memproduksi air bersih yang didistribusikan kepada masyarakat.
Baca juga: Soal Ikan Mati Massal di Karawang, DLH dan Satgas Citarum Turun Tangan
Saluran irigasi tersebut memiliki peran penting dalam sistem penyediaan air dan irigasi di Karawang.
Menanggapi fenomena tersebut, Humas Perumdam Karawang, Fajar, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan intensif terhadap kualitas air baku. Berdasarkan hasil pengecekan sementara, parameter kualitas air seperti tingkat keasaman (pH) dan Total Dissolved Solid (TDS) masih berada dalam batas normal.
“Kami melakukan pengecekan secara berkala, bahkan setiap dua hingga tiga jam ketika ada kondisi tertentu. Hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan pH dan TDS masih aman sehingga produksi air bersih tetap berjalan normal,” ujarnya.
Menurut Fajar, Perumdam juga telah berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta (PJT) II selaku pengelola sumber air baku untuk menelusuri penyebab kematian ikan tersebut.












