
KARAWANG – Di tengah gaung peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan, temuan limbah medis justru mencuat di lingkungan SDN Pasirjengkol IV, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang.
Limbah medis tersebut ditemukan bercampur dengan material urugan yang digunakan untuk penataan lahan sekolah. Temuan itu kemudian dilaporkan pihak sekolah kepada Polsek Majalaya dan menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang.
Kepala SDN Pasirjengkol IV, Martika Aprianti mengaku tidak mengetahui adanya limbah medis dalam material urugan yang diterima sekolah. Menurutnya, urugan tersebut merupakan bantuan untuk persiapan pembangunan.
Baca juga: Hari Lingkungan Hidup, Pemkab Karawang Gandeng Swasta Percepat Target Zero Sampah
“Tujuannya kan kita ingin mengurug untuk rencana ada bantuan pembangunan. Tapi sekarang sudah saya selesaikan. Saya tadi langsung menghadap Pak Kapolsek Majalaya,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menjelaskan, limbah medis pertama kali ditemukan di area urugan tanah yang berada di lingkungan sekolah.
“Awalnya ditemukannya ya di urugan itu,” katanya.
Pihak sekolah menegaskan tidak mengetahui adanya limbah medis yang tercampur dalam material tersebut.
Baca juga: PMII Jabar Sebut SPMB 2026 Kacau, Nilai Disdik Gagal Jalankan Fungsi KCD
“Kita kan enggak tahu, kita kan dapat sumbangan juga, Pak. Itu dapat sumbangan,” ujarnya.
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan DLH Karawang, Lucky Mandra Dwi Putra, membenarkan adanya temuan tersebut.













