SUBANG-Pembangunan Kios Nanas di Desa Tambakan, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, yang sempat menjadi polemik dikalangan pemerhati di Kabioaten Subang ditanggapi serius oleh pihak pelaksana kegiatan.
Aam Amsori selaku pelaksana program pembangunan kios yang digadang oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dengan tegas mengatakan bahwa anggaran pembangunan Kios Nanas tersebut bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat.
Dikatakan, pembangunan kios merupakan hasil dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Produk Eiger, sementara untuk penunjang berupa paving block dan saluran drainase berasal dari bantuan pribadi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Pembangunan Kios Nanas anggarannya berasal dari CSR Eiger, bukan dari APBD Provinsi, lalu paving block dan drainase merupakan bantuan pribadi dari Gubernur Jawa Barat,”jelas Aam saat ditemui Jumat (12/6).
Dikatakan, sebanyak 15 unit kios yang telah rampung dikerjakan dan siap dimanfaatkan dari 70 kios yang akan dibangun,”tegasnya.
“Selanjutnya 200 kios lainnya nanti akan dialokasikan pembangunannya melalui Dinas Koperasi, jadi total kios yang akan dibangun sebanyak 270 kios,”ungkapnya.
“55 kios selanjutnya dan 200 kios yang juga akan dibangun sudah dalam tahap proses lelang,”saat ini sudah masuk proses lelang,”terangnya.
Sementara Pemerintah Desa Tambakan sendiri menyambut positif pembangunan Kios Nanas tersebut yang diinisiasi oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
Ade Kepala Dusun Desa Tambakan, mengatakan keberadaan kios-kios tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani dan pedagang nanas yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi warga.
Dikatakan pembangunan kios diharapkan mampu menata kawasan penjualan nanas agar lebih tertib, nyaman, dan menarik bagi para wisatawan maupun pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalancagak.
“Pemerintah Desa melihat manfaatnya cukup besar bagi masyarakat, kawasan tersebut kiosnya akan sama, selain itu akan lebih menarik wisatawan atau masyarakat yang singgah untuk sekedar membeli oleh-oleh,” ujarnya.
“Keberadaan kios yang ditata lebih baik ini juga diharapkan lebih meningkatkan aktivitas ekonomi warga dan memberikan tempat berjualan yang lebih layak bagi para pedagang nanas,”ucapnya.
Polemik yang berkembang belakangan di tengah masyarakat harus dilihat secara utuh, pemahaman mengenai sumber pendanaan dan tujuan pembangunan Kios Nanas yang digadang-gadang menjadi salah satu ikon ekonomi lokal di Kabupaten Subang harus dilihat dari perspektif tanpa kepentingan.(trg)









