Beranda Headline BB Tour & Travel Karawang Raih Rekor MURI, Sosialisasikan Manasik Lewat Film...

BB Tour & Travel Karawang Raih Rekor MURI, Sosialisasikan Manasik Lewat Film di Bioskop

Bb tour travel karawang raih rekor muri
BB Tour & Travel (PT Bagja Bagea Balarea) Karawang meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

KARAWANG – BB Tour & Travel (PT Bagja Bagea Balarea) Karawang meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui inovasi edukasi manasik menggunakan tayangan film di bioskop.

Film yang pertama kali dirilis pada 2024 tersebut menjadi media pembelajaran bagi jemaah untuk memahami tahapan perjalanan ibadah, mulai dari persiapan keberangkatan hingga kepulangan.

Penghargaan tersebut diterima pada Sabtu (10/10/2026), bertepatan dengan rangkaian peringatan milad ke-12 BB Tour & Travel. Pada kesempatan itu, perusahaan menggelar kegiatan Film Manasik Bioskop & Manasik Akbar Praktek yang diikuti para jemaah di dua lokasi, yakni CGV Festivewalk Karawang dan Azzahra Galuh Mas Karawang.

Baca juga: Etomidate hingga Sabu Ditemukan dalam Liquid Vape, Bagaimana di Karawang?

Berdasarkan sertifikat MURI yang ditandatangani pendirinya, Prof. Dr. (H.C.) KP Jaya Suprana, rekor tersebut tercatat dengan tajuk Sosialisasi dan Tata Cara Ibadah Umroh Pertama dan melalui Tayangan Film di Bioskop.

Pemilik BB Tour & Travel, Hj. Ine Mulyati, S.H., M.Kn., mengatakan, pembuatan film manasik berangkat dari kegelisahannya terhadap kesiapan jemaah dalam memahami doa dan tata cara ibadah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Menurutnya, buku panduan doa yang diberikan kepada jemaah tidak selalu dimanfaatkan secara optimal. Bahkan, terdapat jemaah yang belum terbiasa membaca atau membuka buku doa sebelum keberangkatan.

“Awalnya hanya berangkat dari kegundahan. Buku doa itu selalu tersampul plastik dengan baik, tetapi sampai waktu berangkat, doa-doanya tidak pernah dibaca,” ujarnya.

Melalui film tersebut, BB Tour & Travel berupaya menghadirkan pembelajaran yang lebih mudah dipahami. Materi yang disajikan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ibadah, tetapi juga mencakup persiapan perjalanan, proses memilih biro perjalanan, pendaftaran, hingga kepulangan jemaah.

Baca juga: Serapan Tembus 92,4 Ribu Ton, BULOG Karawang Topang Rekor Pengadaan Beras Nasional

Ine menjelaskan, pemilihan bioskop sebagai media pembelajaran dilakukan karena tayangan audiovisual dinilai dapat membantu jemaah menyerap informasi dan mengingat materi manasik dengan lebih baik.

“Harapannya, setelah doa-doa ini dibacakan atau dilantunkan dan jemaah mengikuti, ada makna yang bisa diteruskan. Mereka menjadi lebih siap ketika menjalankan ibadah,” katanya.

Ia menambahkan, film tersebut dirancang untuk memberikan gambaran perjalanan secara menyeluruh, dari awal hingga akhir. Dengan demikian, jemaah diharapkan tidak hanya mengetahui tata cara ibadah, tetapi juga memahami berbagai tahapan yang akan dilalui selama perjalanan.

Senior Manajer MURI, Triono, mengatakan, inovasi BB Tour & Travel menghadirkan fungsi baru bioskop sebagai ruang pembelajaran spiritual. Menurutnya, bioskop yang selama ini identik dengan hiburan juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan dakwah.

“Biasanya kalau kita ke bioskop untuk menikmati hiburan, kali ini bioskop menyediakan ruang pembelajaran spiritual. Ini sangat menginspirasi karena membuktikan bahwa edukasi dan dakwah bisa dikemas secara kreatif, modern, dan dekat dengan masyarakat,” ungkap Triono.

Ia menjelaskan, penghargaan tersebut diberikan atas inovasi sosialisasi dan tata cara ibadah umrah melalui tayangan film di bioskop yang menjadi yang pertama di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Farosa, S.T., mengapresiasi pemanfaatan media audiovisual sebagai sarana literasi bagi jemaah.

Menurutnya, edukasi kepada jemaah perlu mencakup berbagai aspek, mulai dari pemahaman bahasa Arab dan penguasaan tata cara ibadah hingga persyaratan administratif perjalanan.

Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan biro perjalanan yang dipilih telah memiliki izin dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Pemahaman tersebut diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang tepat sebelum mendaftarkan diri untuk berangkat ke Tanah Suci.

“Literasi yang baik salah satunya bisa menggunakan media audiovisual, mulai dari video pendek hingga film utuh seperti yang ditampilkan hari ini,” ujarnya.

Farosa menambahkan, inovasi yang dikembangkan penyelenggara perjalanan ibadah berpotensi menjadi bahan diskusi lebih lanjut dengan kementerian. Apabila dinilai sesuai kebutuhan, pendekatan tersebut dapat dipertimbangkan sebagai salah satu referensi pengembangan edukasi digital bagi jemaah.