
“Pencegahannya bisa pake vaksin, di Indonesia sendiri ada bivalen yang bisa memberikan kekebalan tubuh. Perbaiki lifestyle, jaga kesehatan dan jangan merokok, karena nantinya jadi rentan,” paparnya.
“Kemudian bisa screening, yang paling mudah kita melakukan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat), atau kita juga bisa mengambil lendir untuk diperiksa ke mikroskop,” tambahnya.
Rabbi juga mengatakan, kanker serviks ini terbagi menjadi 4 stadium dan penanganannya disesuaikan berdasarkan stadium.
Baca juga: 8 Tips Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik Bagi Anak Muda
Stadium 1 kankernya masih terbatas pada leher rahim. Lalu jika stadium 2 sudah menyebar ke area vagina. Sedangkan stadium 3 menyebar ke daerah panggul. Dan Stadium 4 menyebar ke organ di luar panggul.
“Kalau stadium 1, pilihannya bisa operasi bisa juga radiasi. Kalo stadium 2 ke atas, itu pilihannya radiasi dan kemoterapi,” kata Rabbi.
Ia berharap, masyarakat bisa lebih sadar terhadap kesehatan dirinya. Karena, dalam dunia per-kanker-an tidak ada istilah sembuh 100 persen.
Survival rate atau kemampuan hidup penderitanya adalah 5 tahun untuk stadium 1 (90%). Namun ketika stadiumnya naik, maka persenan survival ratenya akan semakin turun.
“Jaga kebersihan, virusnya itu dari luar, dia ada di kulit, gimana caranya virus ini jangan sampe ke dalem. Saya berharap masyarakat lebih aware terhadap dirinya,” pungkasnya. (*)








