TVBERITA.CO.ID – Sepanjang tahun 2023, penyakit difteri di Kabupaten Karawang terkonfirmasi ada 2 kasus positif dan 6 suspek.
Karena difteri adalah penyakit menular, tentunya masyarakat Karawang harus mewaspadai dengan menjaga daya tahan tubuh.
Untuk itu, mari kenali tanda-tanda bahayanya penyakit difteri dan tata cara penanggulangannya.
Pengertian Difteri
Difteri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri bernama corynebacterium diphteriae. Bakteri tersebut menyerang sistem pernapasan atas, selaput lendir pada hidung, tenggorokan, serta dapat mempengaruhi kulit.
Baca juga: Ada Temuan Kasus Difteri, Dinkes Karawang Ajak Warga Imunisasi Rutin Bayi
Difteri ini bisa menyerang kepada orang-orang di segala usia, terkhusus anak-anak. Selain itu difteri juga terkategori sebagai penyakit yang dapat menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani.
Namun, penyakit ini juga dapat dicegah dan diobati melalui vaksin dan penanganan profesional medis.
Gejala Difteri
1. Umumnya gejala akan muncul dan dirasakan seseorang saat 2 – 5 hari setelah terpapar bakteri corynebacterium diphteriae.
2. Adanya pembesaran atau pembengkakan di leher atau pembengkakan pada kelenjar getah bening.
3. Muncul membran berwarna putih keabu-abuan ditenggorokan. Membran tersebut sangat rapuh, sehingga ketika disentuh atau tersenggol akan berdarah.
4. Demam dan menggigil.
5. Suara serak dan nyeri tenggorokan.
6. Sulit bernafas atau nafas menjadi cepat.
7. Lemas dan lelah.
Baca juga: 9 Tips Praktis Menjaga Kesehatan Saat Hadapi Perubahan Cuaca
8. Bahkan bisa memunculkan pilek disertai campuran darah.
9. Jantung berdetak cepat, kulit pucat dan dingin hingga berkeringat.
10. Bisa mengganggu penglihatan, memunculkan batuk keras hingga perasaan tidak nyaman.
Pengobatan Difteri
Difteri adalah salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dan pertolongan cepat menggunakan anti difteri serum (ADS).
Pertama-tama, ketika kita menemukan gejala yang mengarah pada difteri, harus cepat melapor ke puskesmas atau rumah sakit agar segera ditangani.
Medis akan mendiagnosa secara klinis dan laboratorium, ketika terkonfirmasi positif pasien wajib mengikuti saran dokter hingga betul-betul sembuh.
Sebab apabila tidak mendapatkan perawatan hingga sembuh, difteri berpotensi menular dan memicu kematian.
Kemudian untuk pembasmian difteri, ada 2 pengobatan yakni menggunakan antibiotik dan antitoksin.
Baca juga: Antraks Makin Menggila, Kenali Ciri, Gejala dan Penularannya pada Manusia
Komplikasi Difteri
1. Masalah pernapasan
Bakteri difteri dapat menghasilkan toxin atau racun. Racun tersebut mampu merusak jaringan di area yang terinfeksi, terutama bagian hidung da tenggorokan. Tentunya jika dibiarkan, bakteri difteri ini akan menghambat pernapasan penderitanya.
2. Kerusakan jantung
Toksin yang dihasilkan oleh difteri pun berpotensi menyebar melalui aliran darah dan berisiko merusak jaringan tubuh lainnya. Berpotensi merusak otot jantung atau miokarditis. Dalam kasus yang paling parah, miokarditis dapat menyebabkan gagal jantung hingga kematian mendadak.
3. Kerusakan saraf
Jangan salah, racun difteri ini juga berpotensi merusak saraf khususnya saraf pada tenggorokan. Ketika racun merusak saraf yang mengontrol sistem pernapasan, otot-otot dapat menjadi lumpuh dan pengidapnya dapat mengalami gagal nafas.
Demikian informasi untuk kenali bahayanya penyakit difteri, mulai dari tanda-tanda sampai pengobatannya. Semoga bermanfaat. (*)









