Beranda Ekonomi Inflasi Terkendali, Pemprov Jabar Ajak Warga Padukan Ekonomi Tradisional dan Modern

Inflasi Terkendali, Pemprov Jabar Ajak Warga Padukan Ekonomi Tradisional dan Modern

Ekonomi tradisional dan modern di jabar
Ilustrasi ekonomi tradisional. Foto: istimewa

KARAWANG – Pemprov Jabar mengajak warga memadukan ekonomi tradisional dengan ekonomi modern. Perpaduan itu disebut dapat mengendalikan harga pasar secara kontinyu.

“Ekonomi tradisi itu kan saeutik mahi, loba nyesa, artinya sedikit tapi cukup, banyak yang tersisa,” jelas Sekda Jabar, Herman Suryatman di Karawang, Rabu (11/6).

Meski terdapat perbedaan mendasar, dia menegaskan perpaduan tersebut dapat memajukan ekonomi warga secara mandiri.

Baca juga: Kementerian PU Lamban, Bupati Karawang Ambil Alih Perbaikan Jalan Rusak Pantura

Sebagai contoh penerapan ekonomi skala mikro seperti rumah tangga bisa dilakukan dengan menanam cabai dan kacang sendiri. Dengan begitu, kata dia, pengeluaran bisa ditekan dan belanja rumah tangga menjadi lebih efisien.

Klaim kondisi ekonomi baik

Dia menambahkan inflasi di Jabar saat ini berada di angka 1,47 persen. Hal ini menunjukkan jika kondisi ekonomi warga Jabar dalam kondisi baik.

“Kondisi ekonomi Jawa Barat dalam keadaan baik-baik saja, dengan inflasi berada di angka 1,47 persen. Kota dengan inflasi terendah adalah Cirebon, sementara yang tertinggi ada di Sukabumi,” ungkap Herman.

Baca juga: Hutan Kota Karawang Diduga Tercemar Limbah, Timbulkan Bau Menyengat

Lebih lanjut ia menjelaskan, “Kota Cirebon berada di angka 0,9 persen, lalu Kota Sukabumi berada di kisaran di atas 2 persen.”

Meski demikian, Herman mengingatkan agar tetap waspada terhadap risiko deflasi karena yang merasakan dampak negatifnya juga produsen dan konsumen.

Menurutnya, inflasi ideal harus tetap terkendali di kisaran 1,25 persen dengan toleransi plus atau minus 1 persen. “Jadi tantangan kita sekarang justru ke arah deflasi karena angkanya saat ini 1,47 persen,” katanya. (*)