Beranda Headline Kementerian PU Lamban, Bupati Karawang Ambil Alih Perbaikan Jalan Rusak Pantura

Kementerian PU Lamban, Bupati Karawang Ambil Alih Perbaikan Jalan Rusak Pantura

Bupati Karawang ambil alih jalan pantura
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengambilalih penanganan jalan rusak di sepanjang jalur Pantura Karawang.

KARAWANG – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh memutuskan ambil alih penanganan jalan rusak di sepanjang jalur Pantura Karawang. Keputusan itu diambil karena ia menilai Satker PPK 1.1 Jawa Barat (Jabar) Kementerian PU lamban dalam menangani persoalan tersebut.

“Ini kita ambil alih. Untuk wilayah jalan nasional kita perbaiki dulu. Saya tetap tanggungjawab demi warga, walaupun ini jalan adalah kewenangan milik pusat,” ucap Aep, Selasa (10/6).

Aep menegaskan, kerusakan jalan nasional di sepanjang jalur Karawang-Subang, terutama di wilayah Klari-Cikampek-Jatisari, banyak mengalami kerusakan parah.

Baca juga: Horor Jalan Rusak di Jalur Pantura Karawang: Dalam 13 Menit 3 Kali Kecelakaan

Kondisi itu menurutnya kerap menyebabkan kecelakaan hingga menimbulkan korban jiwa, sehingga perlu segera diperbaiki sepenuhnya. Apalagi ruas jalan tersebut tingkat mobilitasnya sangat tinggi.

“Saya terus dorong agar cepat penanganan. Saya juga tidak mau ada warga saya yang jadi korban. Ini dilakukan pengaspalan di beberapa ruas jalan yang berlubang. Nanti saya akan terus pantau sampai semua ruas jalan nasional mulus,” tandasnya.

Kementerian PU salahkan vendor
Jalan rusak jalur pantura karawang
Warga Desa Balonggandu, Jatisari saat unjuk rasa di tengah jalan rusak Jalur Pantura Karawang.

Humas PPK 1.1 Jabar, Akbar Wilaga, enggan berkomentar banyak soal keputusan Bupati Karawang mengambil alih penanganan Jalan Raya Pantura.

Ruas jalan nasional tersebut diketahui terbentang sepanjang 95 kilometer di wilayah Karawang.

“Wah kalau itu saya gak bisa ikut komentar ya, itu ranah antar pimpinan aja ya,” ucap Akbar saat dihubungi.

Dia mengaku lambannya perbaikan jalan tersebut akibat kelalaian penyedia jasa (PJ) atau vendor dalam melaksanakan tugas.

“Iya sebetulnya kan kita ngasih arahan ke Pj mungkin ada kendala apa, material atau apa, katanya sih persiapan material,” jelasnya.

Baca juga: Tawuran Remaja di Babelan, 9 Orang Diamankan Polisi Beserta Senjata Tajam

Namun demikian, pihaknya mengaku sudah melakukan perbaikan di sejumlah titik ruas jalan yang rusak dengan metode tambal sulam.

Perbaikan tersebut, kata dia, menggunakan material agregat A dan campuran semen.

“Perbaikan ini kami lakukan sebagai langkah awal untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan, sambil menunggu perbaikan permanen oleh pihak penyedia jasa,” kata Akbar. (*)