Beranda Headline Di Karawang, Presiden Prabowo Deklarasikan RI Sudah Swasembada Pangan

Di Karawang, Presiden Prabowo Deklarasikan RI Sudah Swasembada Pangan

Prabowo swasembada pangan di karawang
Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan pada tahun 2025.

KARAWANG – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan pada tahun 2025.

Pengumuman tersebut disampaikan saat kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan RI di Kantor Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang dihadiri sekitar 6.000 petani, Rabu (7/1).

Prabowo menyatakan bahwa capaian swasembada pangan ditandai dengan tidak adanya impor beras serta cadangan beras nasional yang mencapai 3 juta ton. Menurutnya, pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi kedaulatan bangsa.

“Tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka kalau pangannya tergantung pada bangsa lain,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya.

Baca juga: Wajah Baru Disdikbud Karawang: Logo Baru, SOTK Baru, Targetkan Pendidikan Lebih Berkualitas

Dalam pidatonya, orang nomor satu di Republik Indonesia itu mengungkapkan kegelisahan atas kondisi bangsa di masa lalu, di mana negara yang kaya sumber daya alam justru masih menghadapi kemiskinan dan ketergantungan impor pangan.

“Saya melihat kejanggalan. Negara yang begitu kaya, tanahnya subur, tetapi rakyatnya masih miskin. Itu tidak masuk akal bagi saya,” kata Prabowo.

Dia menegaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan selama ini merupakan ironi besar bagi bangsa agraris.

“Bagaimana mungkin negara sebesar ini, yang diberi karunia luar biasa oleh Yang Maha Kuasa, harus impor pangan? Ini tidak masuk akal,” tegasnya.

Prabowo juga menyinggung perannya sebagai prajurit TNI yang lahir dari rakyat. Ia mengingat bahwa sejak awal kemerdekaan, petani memiliki peran besar dalam menopang perjuangan bangsa.

Baca juga: Bupati Karawang Kembali Lantik 63 Pejabat: Evaluasi Tiap 6 Bulan, ASN Malas Siap-siap Turun Jabatan

“Waktu kita berjuang, yang memberi makan tentara adalah rakyat, terutama petani Indonesia,” ujarnya.

Ia mengenang pengalamannya saat bertugas sebagai tentara pada era 1970-an, ketika merasakan langsung dukungan rakyat desa.

“Rakyat di desa-desa dengan rumah sederhana memberi kami teh, pisang, singkong. Padahal untuk memasak mereka harus mencari kayu dan air jauh,” kata Presiden.

Presiden menilai petani dan nelayan sebagai kelompok paling setia dan paling mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia, namun selama ini kurang mendapat perlindungan dan penghormatan yang layak.