
KARAWANG – Menpan RB Abdullah Azwar Anas mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang agar tak terlalu banyak membuat aplikasi layanan baru.
Pasalnya, pembuatan aplikasi tersebut umumnya tidak saling terintegrasi dengan aplikasi lainnya. Sehingga hanya akan membuat masyarakat kebingungan.
“Karena trendnya ini aplikasi nambah terus, padahal aplikasi apalagi tidak terkoneksi 1 dengan yang lain, ini akan menjadi PR baru buat rakyat,” ucap Azwar saat diwawancarai di Aula Husni Hamid Pemda Karawang pada Senin, 21 Agustus 2023.
Baca juga: Menpan-RB Minta ASN Karawang Pangkas Birokrasi Lamban dan Berbelit
Menurut Azwar, banyaknya aplikasi jika tidak dimaksimalkan dengan baik hanya akan menjadi tumpukan PR dan masalah. Lebih baik sedikit tapi penggunaannya maksimal dan saling terhubung.
“Didorong kedepan bisa diimprobabilitas, tentu ini membutuhkan komitmen dan pekerjaan yang tidak mudah. Karena memang di daerah sekarang trendnya kan bikin aplikasi,” katanya.
Kepada Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, Azwar menekankan agar semua aplikasi layanan yang tersedia di Karawang bisa saling terhubung.
Apalagi, ia menilai banyak perusahaan besar di Karawang yang bisa membantu jaringan layanan yang terintegrasi.
“Saya berharap bagi Bupati, apalagi disini banyak perusahaan besar, bisa minta dibantu untuk mengintrobabilitaskan layanan tersebut dengan berbagai sistem yang ada di dinas-dinas supaya disambungkan,” ucap Azwar.
Baca juga: Banyak Pengembang Perumahan di Karawang Lalai Sediakan TPU
Ia menambahkan, problem aplikasi yang terlalu banyak juga sempat dialami oleh negara-negara Eropa, hanya saja mereka sudah berhasil mengatasinya.
“Masalah (trend aplikasi) ini juga dihadapi oleh eropa. Di eropa ada 1000 web service, kemudian sekarang dipangkas jadi tinggal 1,” jelasnya.
“Nah kita sekarang, total ada 27 ribu aplikasi di pemerintahan yang tercatat, yang gak tercatat lebih banyak. Tentu ini masalah juga diseluruh dunia,” tutup Azwar. (*)








