Beranda Headline Tangkapan Menyusut, Harga Rajungan di Karawang Naik hingga Rp 170 Ribu per...

Tangkapan Menyusut, Harga Rajungan di Karawang Naik hingga Rp 170 Ribu per Kilogram

Harga rajungan di karawang naik
Nelayan rajungan memilah hasil tangkapan. (Foto/istimewa)

KARAWANG – Tangkapan nelayan rajungan di Kabupaten Karawang belakangan tengah menurun di tengah harga rajungan yang kembali naik.

Kenaikan harga rajungan tidak main-main. Setelah sempat drop di angka Rp 80 ribu per kilogram, kini harganya melesat hingga Rp 170 ribu per kilogram.

Kepala Bidang Tangkap Dinas Perikanan Karawang, Setya Saptana mengatakan, turunnya hasil tangkapan rajungan nelayan terbilang wajar karena faktor cuaca.

Baca juga: Harga Rajungan Masih Anjlok, Ratusan Nelayan di Karawang Kelimpungan

“Tangkapannya juga lagi sepi karena angin timuran, biasanya paling banyak di bulan Agustus,” katanya, Jumat (9/6/2023).

Di sisi lain, kata dia, harga rajungan kembali bergairah sejak dua minggu terakhir.

Selain karena permintaan domestik yang tinggi, harga rajungan di Karawang naik karena keran ekspor kembali dibuka pasca perang Rusia-Ukraina.

Baca juga: Risiko Melaut Tinggi, Ribuan Nelayan di Karawang Belum Dilindungi Asuransi

“Sudah dua minggu ini harga rajungan naik. Untuk rajungan hidup sekitar harga Rp 170 ribu per kilogram dan untuk rajungan yang mati di kisaran Rp 90 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogram,” tuturnya.

Rajungan tersebut dipasok ke sejumlah pabrik di Cirebon dan Bogor untuk kemudian bahan bakunya diekspor ke Eropa dan Amerika.

“Hasil tangkapan dijual ke perusahaan yang ada di Cirebon dan Bogor sebagai bahan baku daging rajungan yang sudah terpilah untuk ekspor,” tandasnya. (*)