Beranda News Petani Manggis Menjerit, Pemkab Purwakarta Tutup Mata

Petani Manggis Menjerit, Pemkab Purwakarta Tutup Mata

PURWAKARTA, TVBERITA.CO.ID -Munculnya virus Corona yang melanda Negara China ternyata berimbas kepada pengusaha dan petani Manggis di Purwakarta.

Turunnya harga pembelian dan penjualan Manggis secara drastis yang digadang menjadi salah satu ikon buah yang dihasilkan di wilayah Kabupaten Purwakarta, ternyata tidak mendapatkan banyak tanggapan, bahkan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian terkesan tutup mata melihat keadaan ini.

Kondisi perdagangan buah Manggis di Kabupaten Purwakarta baik lokal maupun ekspor merugikan pengusaha dan petani Manggis, dengan harga Rp 50 Ribu perkilo kini turun menjadi Rp 45 Ribu perkilonya untuk Manggis siap eskport.

“Jelas kita merugi, tadinya harga di kisaran Rp 45 Ribu kini hanya bisa menunggu kepastian harga,” jelas H.Oja Sutisna, salah satu pengusaha buah manggis di Kabupaten Purwakarta Rabu (29/1/20).

“Buah Manggis yang ada di petani manggis hanya menunggu harga yang tiga hari belakangan menurun drastis. Bahkan untuk ekspor ke China saja diprediksi gagal akibat imbas dari virus Corona,” ujarnya.

Eskpor buah manggis yang didominasi ke negara China kini bisa dipastikan angka kerugiannya cukup tinggi, sebagai dampak virus Corona yang tengah melanda.

“Kita bingung, manggis yang siap jual dengan jumlah tonan entah harus dikemanakan? Ujung-ujungnya terpaksa dibuang dengan harga yang sangat murah sekali.

Hal ini, menurutnya, akan berakibat buruk bagi petani dan pengusaha manggis, bahkan kerugian ditaksir dari jutaan hingga ratusan juta dapat dipastikan terjadi.

“Dari hal ini yang saya sayangkan tidak adanya perhatian serius dari Pemkab Purwakarta melalui Dinas Pertanian. Pada saat tertentu saja manggis dihargai dan digadang merupakan ikon buah di Purwakarta, kalau sudah terjepit seperti ini dinas Pertanian pun tidak mempunyai inisiatif atau alternatif untuk bisa mengamankan harga manggis, minimal tidak merugi terlalu besar,” tegasnya.

Lebih lanjut, kata Oja, yang paling miris adalah Dinas Pertanian terkesan tidak peduli dengan keadaan tersebut, bahkan bila ada bantuan untuk kelompok petani Manggis dengan nilai ratusan juta pun tidak tepat sasaran. “Kalaupun ada bantuan melalui program hanya dinikmati oleh kelompok tertentu saja,” ungkapnya.

“Dinas Pertanian harus secepatnya menanggapi masalah ini, jangan sampai ikon yang digadang hanya sekedar ikon saja, tanpa memperhatikan nasib para petani Manggis yang sekarang dalam keadaan merugi,” tandas Oja. (trg/kie)