Beranda Headline Bupati Karawang Kerap Banggakan Bengkel Alsintan Gratis di Depan Menteri, Nyatanya Begini…

Bupati Karawang Kerap Banggakan Bengkel Alsintan Gratis di Depan Menteri, Nyatanya Begini…

Bengkel alsintan karawang
Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana.

KARAWANG – Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana membanggakan program bengkel alsintan gratis untuk petani. Hal itu kerap ia sampaikan di depan menteri-menteri yang berkunjung ke Karawang.

Namun kenyataannya, wacana bupati tersebut seakan menguap karena tak mampu direalisasikan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Program bengkel alsintan gratis yang dibanggakan Cellica di depan menteri itu pun nyatanya tidak gratis.

Baca juga: KASN Minta Bupati Cellica Nurrachadiana Batalkan Pengangkatan Plt Dirut RSUD Karawang

Sebelumnya program bengkel alsintan gratis itu sempat disampaikan di depan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan terakhir juga disampaikannya kepada Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno sebagai dukungan pemerintah kepada petani.

“Melalui Dinas Pertanian, kita menyediakan bengkel alsintan gratis yang bisa dimanfaatkan oleh para petani,” kata Cellica didepan Sandiaga Uno di Karawang beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Distan Karawang Encep Supriadi mengatakan, penyediaan bengkel alsintan tidak gratis. Pembayarannya tergantung kesepakatan antara pemilik bengkel dengan petani yang akan memperbaiki alsintannya.

Baca juga: Keren! Ekskul ICT SMAN 3 Karawang Raih Prestasi di Bidang e-Sport

“Jasa dan onderdil itu tergantung kesepakatan antara bengkel dengan petani,” katanya, Selasa (28/3/2023).

Dinas pertanian, kata Encep, hanya menganggarkan bantuan alat kepada bengkel-bengkel biasa yang telah berjalan untuk bisa menjadi bengkel alsintan.

“Jadi ada 15 bengkel di 15 kecamatan. Kita hanya memberikan bantuan alat kepada bengkelnya saja,” tuturnya.

Namun pernyataan Encep berubah ketika ditanya soal bupati yang pernah mengungkapkan kalau program bengkel alsintan itu gratis untuk petani.

“Ya kalau jasa mungkin bisa gratis, tetapi kalau misalnya onderdil itu harus beli ya harus beli,” katanya. (*)