
Namun di sisi lain, sejumlah guru menilai demam lato-lato bisa berpotensi negatif jika sampai terbawa ke sekolah.
Baca juga: Lantik 292 Kepsek Baru, Bupati Karawang Ogah Dengar Lagi Insiden Sekolah Roboh
Pasalnya, suara bising yang dihasilkan lato-lato bisa mengganggu proses pembelajaran dan membuat anak didik tak fokus.
Guru SDN Karawang Kulon III, Eka Fanovita menuturkan keresahannya perihal demam lato-lato sampai ke sekolah.
Apalagi jika lato-lato dimainkan secara bersamaan amat mengacaukan konsentrasi belajar anak.
Hal itu tercermin saat para siswa banyak yang membawa lato-lato ke sekolahnya pada Senin (9/1) kemarin.
“Itu bisa mengganggu proses pembelajaran dan membahayakan juga kalau terlempar,” katanya, Selasa (10/1).
Baca juga: Gelar Jumat Curhat Bareng Warga, Kapolres Karawang Usung Tagline Cakep, Apa Itu?
Pihak sekolah pun, tutur Eka, akhirnya mengimbau para wali murid agar melarang anaknya membawa mainan lato-lato ke sekolah.
“Alhamdulillah setelah dihimbau dari kemarin dan lewat grup WhatsApp ke wali murid, hari ini tidak ada yang membawa mainan tersebut,” jelas Eka.








