Beranda Headline Di Purwakarta, Oknum Perangkat Desa Diduga Pungli Dana BPNT

Di Purwakarta, Oknum Perangkat Desa Diduga Pungli Dana BPNT

PURWAKARTA – Pembagian anggaran bantuan pangan non tunai (BPNT) yang diterima KPM sebesar Rp600 ribu di Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta diduga dijadikan ajang pungli oleh oknum perangkat desa.

Para KPM yang harusnya utuh mendapat Rp600 ribu hanya menerima Rp540 ribu saja. KPM pun disebut pasrah menyerahkan karena di bawah tekanan oknum perangkat desa, dengan alasan akan menghilangkan data penerima dan tidak akan menerima bantuan lagi bila tidak menyerahkan uang Rp60 ribu dengan alasan untuk upah fasilitas.

“Ini terjadi di desa yang tidak ada kerja sama dengan  e Warong. Sehingga, desa hanya fasilitasi KPM sampai pencairan di PT Pos. Soal uang itu akhirnya mau dibelanjakan apa, kapan dan di mana, desa sepertinya tidak mau tahu,” ungkap salah satu sumber yang tidak mau disebut namanya, Rabu (3/3).

Padahal, lanjut dia, sebagai bagian dari struktur pemerintah, desa berkewajiban memberikan bantuan dan fasilitasi kepada para KPM dalam memperoleh haknya. Salah satunya berupa sembako. Mengingat, program ini merupakan bansos sembako bukan BST (Bantuan Sosial Tunai).

“Desa lupa, substansinya bantuan ini adalah membeli sembako. Bukan sekedar pencairan uang. Apalagi malah menjadikannya ajang pungli,” tegasnya.

Camat Tegalwaru, Beny Primiadi saat dihubungi mengaku belum mengetahui informasi tersebut. Meski demikian pihaknya akan melakukan konfirmasi ke pihak desa bersangkutan. “Sudah kita ingatkan dari awal,” ujar Benny.

Sementara di waktu bersamaan juga beredar video pengakuan KPM perempuan yang sedang diwawancarai seorang laki-laki. Dalam pembicaraannya, KPM tersebut mengaku diminta uang Rp100 ribu oleh petugas RT. Ia bersama KPM lain sebelumnya telah sepakat memberikan seikhlasnya, Rp20-50 ribu.

Namun belakangan warga KPM mengaku diancam akan dicoret dari daftar penerima bansos bulan berikutnya jika tidak memberikan Rp 100 ribu/KPM.

Kabeh rata Rp100 ribu (semua rata Rp100 ribu),” kata dia menirukan pernyataan oknum RT.

Meski sudah dua hari beredar, belum diketahui pasti KPM mana dalam video tersebut. Sebagian menyebut warga Kecamatan Darangdan, sebagian lagi mengatakan warga Kecamatan Wanayasa. (trg/kii)