
“Berdasarkan data hitungan ISWMP, timbulan sampah perkiraan (bukan riil) itu mencapai 1.100 ton perhari. Kemungkinan ada kenaikan bisa sampai 1.200 atau 1.300 ton perhari di bulan puasa. Jangan buang sampah sembarangan itu klise, saya pernah nemu pempers 2 karung di saluran irigasi, belum lagi TPS liar,” ungkapnya.
Baca juga: Inspektorat Karawang Panggil 7 Sekolah soal Aduan Pungli: Kalau Masih Bandel Ditindak Tegas
Sampah tersebut, terang Agus, dominan berasal dari sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga yang bersumber dari restaurant (rumah makan) dan hotel.
Untuk menangani ini, pihaknya menggerakkan UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) di 4 wilayah dengan ketersediaan armada pengangkut sebanyak 53 truk dan 24 truk tambahan (rental).
“UPTD 1 wilayah perkotaan paling sibuk, meliputi wilayah Karawang Barat, Karawang Timur, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Pangkalan, Tegalwaru, Klari dan Majalaya. Kalau di UPTD lain timbulan sampahnya tidak terlalu banyak,” tutupnya. (*)











