
“Ngaruhnya itu, yang beli biasanya 10 jadi cuman 5. Terus biasanya motong 80 sekarang cuman 50-40an aja,” ungkapnya.
Baca juga: Satpol PP Karawang Gerebek Kos-kosan Sarang Prostitusi, 75 Pasangan Mesum Terciduk
“Sebelumnya, gak laris-laris. Padahal kita butuh untuk keperluan sehari-hari,” tambahnya.
Atin berharap, pada bulan Ramadhan ini jumlah pembeli ayam potong terus meningkat. Dirinya cukup senang, karena di hari-hari menjelang Ramadan ini dagangannya mulai ramai dibeli orang.
“Semoga banyak yang beli, kalo ibu yang penting laris. Semua pedagang juga harapannya begitu,” pungkasnya. (*)












