Beranda Headline Intip Keseruan Soft Opening Layanan Thalasemia Primaya Hospital Karawang

Intip Keseruan Soft Opening Layanan Thalasemia Primaya Hospital Karawang

Layanan thalasemia primaya karawang
Banyaknya penderita thalasemia di Karawang, Jawa Barat yang belum mendapat penanganan tepat mendorong Primaya Hospital membuka unit khusus layanan thalasemia.

KARAWANG – Banyaknya penderita thalasemia di Karawang, Jawa Barat yang belum mendapat penanganan tepat mendorong Primaya Hospital membuka unit khusus layanan thalasemia.

Dalam soft opening bertajuk ‘Layanan transfusi pada Pasien Thalasemia’, Primaya Hospital mengumumkan siap mengoperasikan layanan tersebut pada 20 Juni 2025.

Kegiatan itu mengundang para pengidap thalasemia, terdiri dari 15 anak dan 20 orang tua sekaligus berdiskusi dengan Psikolog Primaya Hospital, Hanna Nurhasanah, M.Psi., seputar pengasuhan efektif untuk thalasemia.

Baca juga: Pasien Kanker Payudara Ngeluh Buru-buru Dipulangkan RS di Karawang: Luka Operasi Masih Basah

Tak hanya itu, penyandang thalasemia juga diajak hospital tour: mengelilingi ruangan rumah sakit, mengenal profesi dokter yang dipandu para tenaga medis setempat.

Sebagai pamungkas acara, Primaya Hospital juga mengadakan lomba mewarnai yang dibuka secara umum untuk anak 5 – 15 tahun.

Peserta yang meraih juara 1, 2 dan 3 dalam lomba mewarnai tersebut akan diumumkan saat grand opening layanan khusus thalasemia Primaya Hospital pada 20 Juni 2025 mendatang.

Apa itu thalasemia?

Thalasemia adalah penyakit kelainan darah bawaan yang memerlukan penanganan khusus dan transfusi darah secara rutin.

Penyebab utama thalasemia adalah mutasi genetik yang mengganggu produksi rantai globin, yaitu bagian dari hemoglobin.

Baca juga: Disnakertrans Jabar Buka Layanan di Karawang, Warga Adukan Praktik Calo-Bikin Kartu Kuning

Gejala dan tanda thalasemia

Gejala dan tanda penyakit thalasemia yang dialami setiap orang dapat berbeda-beda, tergantung dari jenis thalasemia dan tingkat keparahannya. Berikut beberapa tanda dan gejala thalassemia yang umumnya didapati pada penderita.

  • Anemia
  • Pembesaran organ limpa
  • Jika thalasemia yang dialami cukup berat, biasanya akan terlihat dari penampilan fisiknya. Ciri-ciri tersebut di antaranya tulang pipi menonjol, dahi lebih datar, nassal bridge terdepresi, jarak antara kedua mata menjauh, dan struktur rahang atas melebar (chipmunk face)
  • Muncul warna kekuningan pada bagian kulit atau bagian putih mata
  • Pertumbuhan anak menjadi terhambat dan anak mudah sakit.
Thalasemia masalah serius

Thalassemia di Indonesia merupakan masalah kesehatan yang cukup serius, mengingat Indonesia berada di “sabuk thalassemia” dunia. Merujuk dari berbagai sumber, diperkirakan sekitar 3-10% populasi Indonesia adalah pembawa sifat thalassemia beta, dan 2,6-11% adalah pembawa sifat thalassemia alpha.

Setiap tahunnya, sekitar 2.500 bayi diperkirakan lahir dengan thalassemia beta mayor. (*)