
“Akibatnya, debit air yang masuk ke sawah tidak bisa terkontrol dengan maksimal,” katanya.
Baca juga: Antusias Tinggi, Bupati Karawang Targetkan Perputaran Uang di Bazar UMKM Rp 200 Juta per Hari
Karena kondisi telah berlangsung lama, pihaknya berharap petani di wilayah tersebut mendapatkan solusi konkret dari PJT (Perusahaan Umum Jasa Tirta) 2 dan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai). Menurutnya, perbaikan infrastruktur irigasi sangat diperlukan agar tidak jebol terus menerus.
Sebab jika tidak segera diperbaiki, produktivitas petani Desa Telagasari akan terus terganggu.
“Perbaikan permanen sangat dibutuhkan agar distribusi air lebih merata dan petani tidak terus menerus bergantung pada perbaikan darurat,” pungkasnya. (*)








