Beranda Headline Jejak Kapal Karam, Karang, dan Dosa Manusia di Laut Utara Jawa

Jejak Kapal Karam, Karang, dan Dosa Manusia di Laut Utara Jawa

Terumbu karang di laut karawang
Transplantasi terumbu karang di laut Utara Jawa, tepatnya di Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang.

Di sisi lain, Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, melihat geliat baru ini sebagai peluang daerah. “Selain gunung dan sawah, kami punya laut, dengan 10–11 titik terumbu karang. Tidak semua kabupaten punya kekayaan ini. Kami tengah genjot pariwisata, koordinasi dengan dinas pariwisata, Bappeda, agar tidak mubazir,” ujarnya.

Aep ingin laut Karawang tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan menjadi destinasi bahari. Namun, Aep juga menegaskan agar warga tak lengah.

“Jangan tergiur apa yang belum pasti. Terumbu karang yang sudah bagus jangan dihancurkan karena ketidakpastian. Kalau rusak, ekosistem susah diperbaiki. Saya himbau masyarakat, jangan dirusak. Yang rugi bukan hanya kita, tapi generasi kita.”

Karang yang dulu dihancurkan palu dan pahat, kini diikat tali agar tak patah. Yang dulu ditimbun jadi pondasi rumah, kini dijaga jadi pondasi ekosistem.

Laut Tangkolak, dengan segala luka dan ceritanya, perlahan kembali menjadi rumah—bukan hanya bagi ikan, tapi juga bagi harapan manusia. (*)